Literasi Teknologi Sangat Penting di Era Digital

Kamis, 30 Agustus 2018 13:19:35
Reporter : Dyah Ayu Setyorini
Literasi Teknologi Sangat Penting di Era Digital

Surabaya (beritajatim.com) - Arus globalisasi sudah tidak terbendung masuk ke Indonesia. Disertai dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, dunia kini memasuki era revolusi industri 4.0, yakni menekankan pada pola digital economy, artificial intelligence, big data, robotic, dan lain sebagainya atau dikenal dengan fenomena disruptive innovation.

Menanggapi fenomena tersebut, Fakultas Bisnis bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS), menggelar seminar dengan tema Skill-Shift (Pergeseran Keahlian) di Era Ekonomi Digital. Hadir sebagai pembicara adalah Dr. Yanuar Nugroho Deputi II Kepala Staf Kepresidenan Bidang Kajian dan Pengelolaan Isu-isu Sosial, Budaya dan Ekologi Strategis, Kamis (30/8/2018).

Yanuar Nugroho dalam seminar tersebut membahas bagaimana manusia Indonesia harus disiapkan secara lebih baik dalam menghadapi arus global, salah satunya dengan Literasi Teknologi dan membudayakan selalu mencek ulang kebenaran sebuah informasi.

"Menurut saya tidak ada yang lebih penting saat ini lebih dari literasi teknologi atau pemahaman teknologi, paham disini tidak selalu berarti bisa memakai untuk keperluan sehari-hari saja tetapi juga memahami teknologi yang kita miliki untuk memberikan profit yang lebih tinggi. Misalnya saja pemahaman tentang pengelolaan teknologi sederhana seperti HP, kita bisa menghasilkan apa saja selain chating dan medsos dari HP," ujar Yanuar.

Menurutnya, teknologi saat ini harus dipahami sebagai kebutuhan yang memudahkan gerak manusia dan berbagai kontra yang terjadi karena teknologi adalah berasal dari ketidak mampuan manusia untuk memahami dan menggunakan teknologi serta informasi dengan maksimal dan memiliki nilai profit.

"Karena masyarakat kita saat ini sangat minim pengetahuan tentang apa sebenarnya kegunaan teknologi bagi kehidupan, sehingga bijak dalam memanfaatkan teknologi merupakan jalan terbaik. Kita harus selalu chek dan rechek tentang informasi yang kita terima," ungkapnya.

Yanuar juga menambahkan bahwa selama ini sistem pendidikan di Indonesia hanya sebatas ilmu bagaimana menggunakan teknologi sehingga masyarakatnya menjadi masyarakat yang hanya jadi pengguna, alih-alih menjadi penggerak nya.

"Tugas negara adalah memberikan teaching literasi teknologi tersebut, dan ini adalah program utama di Tim saya untuk membuat Indonesia bisa mengikuti gerak revolusi  industri 4.0 yang digaung gaungkan itu" tambah Yanuar.

Cara lainnya adalah memanfaatkan teknologi yang berprofit dengan menggabungkan teknologi dan ekonomi juga komunikasi. "Kita harus menggabungkan digital dengan interpreneurship serta perguruan tinggi harus teaching out ke masyarakat. Agar pemahaman itu tidak berhenti sampai di kaum cendekiawan saja. Mau tidak mau nantinya akan ada banyak pekerjaan yang hilang karena pekerja industri akan digantikan oleh mesin. Untuk itulah pentingnya mengawinkan digital dan interpreneurship agar kaum terpelajar mampu menciptakan lapangan kerja yang lain yang tidak bisa dilakukan oleh industri," ungkap nya

Istilah Skill-Shift sendiri merujuk pergeseran keahlian yang awalnya suatu pekerjaan dilakukan oleh kaum pekerja kelas bawah kemudian di potong secara sistemik oleh mesin sehingga masyarakat harus mulai akrab dengan pekerjaan yang sifatnya lebih modern dan inovatif seperti Start-Up, Jualan Online, UMKM berbasis teknologi terbarukan dan sebagainya.[adg/kun]

Tag : seminar

Berita Terkait

Komentar

Kanal Teknologi