Samsung Galaxy S9 dan S9+ Bikin Momen Tiap Hari Jadi Epik

Sabtu, 10 Maret 2018 01:43:40
Reporter : Hendra Brata
Samsung Galaxy S9 dan S9+ Bikin Momen Tiap Hari Jadi Epik

Jakarta (beritajatim.com)  - Samsung Electronics Indonesia hari ini meluncurkan Samsung Galaxy S9 dan S9+ di Indonesia. Menjawab kebutuhan generasi sosial dalam berkomunikasi, Galaxy S9 dan 59+ memperkenalkan konsep baru kamera pada smartphone.

Lensa Dual Aperture untuk memperbaharui kemampuan kamera low light dengan menyediakan bukaan rana f/2.4 dan f/1.5, kemampuan menangkap video Super Slow Motion hingga 960 fps dan My Emoji yang dipersonalisasi.

"Samsung Galaxy S9 dan S9+ memastikan konsumen untuk menghasilkan konten visual yang lebih atraktif dan menyenangkan untuk mendukung konsep baru dalam berkomunikasi," kata Jo Semidang, IT & Mobile Marketing Director, Samsung Electronics Indonesia, Jumat (9/3/2018).

Dia menambahkan, Samsung memahami lahirnya kebutuhan baru dari generasi sosial. Generasi yang memanfaatkan teknologi untuk selalu terhubung, dimana konten visual menjadi Bahasa universal mereka. Konten visual dianggap sebagai cara baru untuk berkomunikasi dan aktualisasi diri.

Sebagai konsekuensi, generasi saat ini membutuhkan perangkat yang dapat mendukung era baru dalam berkomunikasi dan kamera menjadi jantung dari hadirnya konten visual.

"Oleh karenanya, Samsung menghadirkan Samsung Galaxy S9 dan S9+ untuk menciptakan konten yang berbeda yang mampu menyulap aktivitas keseharian menjadi momen epik," ujar Jo.

Dia memaparkan, Samsung Galaxy S9 dan S9+ dilengkapi dengan teknologi Dual Aperture. Dibuat menyerupai iris mata manusia yang mengembang dan mengerut, teknologi Dual Aperture4 Samsung (f/1.5 dan f/2.4) secara otomatis menangkap cahaya lebih saat lokasi pengambilan minim cahaya atau bahkan terlalu terang, sehingga pengguna dapat mengambil gambar apik dan jernih di mana saja dan kapan saja.

"Satu ukuran aperture belum tentu cocok untuk semua kondisi. Sama seperti mata, aperture kamera juga beradaptasi terhadap situasi sekelilingnya," katanya.

Jo menambahkan, Samsung Galaxy S9 dan S9+ dengan kemampuan super slow-mo 960 frame per second (fps) mampu menangkap momen yang biasanya luput tertangkap oleh mata manusia. Super slow-mo menangkap objek 0,2 detik dan memainkannya dalam waktu sekitar 6 detik. Fitur ini 32 kali lebih lambat dari video normal yang menampilkan 30 fps dan empat kali lebih lambat daripada video yang ditampilkan dalam mode gerak lambat dengan 240 fps.
 
Teknologi Motion Detection otomatis, sebuah fitur cerdas yang mampu mendeteksi gerakan objek dalam tiap tangkapannya dan secara otomatis melakukan perekaman yang pengguna perlu lakukan hanya mempersiapkan pengambilan gambar.

"Untuk menambahkan sentuhan personal pada video super slow-mo, pengguna dapat memilih musik dari playlist favorit," katanya.

Samsung Galaxy S9 dan S9+, lanjutnya, menggunakan teknologi AR pada kemampuan kameranya untuk membuat emoji yang lebih personal. Saat menangkap wajah pengguna, Galaxy S9 dan S9+ akan memetakan lebih dari 100 fitur wajah untuk menciptakan model 3D yang mencerminkan dan meniru ekspresi pengguna, seperti berkedip dan mengangguk.

Hasilnya, pengguna dapat memiliki 18 emoji diri dalam format GIF. "Lebih dari itu, Samsung bekerja sama dengan Disney, agar pengguna dapat menggunakan karakter Disney dari koleksi emoji mereka," tutur Jo.

Galaxy S9 berlayar 5.8 inch dengan kapasitas RAM 4GB dan memori 64 GB dibanderol dengan harga Rp 11.499.000 sedangkan Galaxy S9+ berlayar 6.2 inch dengan kapasitas RAM SGB dan memori 64 GB dibanderol Rp 12.999.000, sedangkan Galaxy S9+ berkapasitas 256 GB dibanderol dengan harga Rp 14.499.000. Galaxy S9 dan S9+ tersedia di Indonesia dalam tiga pilihan warna Midnight Black, Coral Blue dan Lilac Purple.

Menandai peluncuran Galaxy S9 dan S9+ di Indonesia, Samsung menyelenggarakan penjualan langsung perdananya di Mall Kelapa Gading 3 Jakarta Timur, Central Park Jakarta Barat, Sun Plaza Medan, dan Pakuwon Mall Surabaya, secara serempak pada 16 18 Maret 2018. [hen/suf]

Tag : samsung, smartphone

Berita Terkait

Kanal Teknologi