Kumpulkan Netizen se-Jatim, Polda Jatim Harapkan Bisa Tangkal Isu Hoax

Jum'at, 23 Februari 2018 22:13:04
Reporter : Misti P.
Kumpulkan Netizen se-Jatim, Polda Jatim Harapkan Bisa Tangkal Isu Hoax

Mojokerto (beritajatim.com) - Polda Jawa Timur menggelar Jambore Netizen di kawasan Trawas, Kabupaten Mojokerto selama dua hari. Mereka diharapkan bisa menangkal isu hoax, kebencian, SARA di masyarakat khususnya di dunia maya.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol F Barung Mangera mengatakan, masyarakat ada dua yakni masyarakat dunia maya dan masyarakat di dunia nyata. "Ada yang namanya masyarakat di dunia cyber namanya netizen. Ancaman sekarang bagi Polri juga berada di netizen," ungkapnya.

Pembentukan hoax, ujaran kebencian dan SARA, lanjut Kabid Humas, akhirnya masyarakat terpengaruh maka akan jadi. Contohnya pembakaran klenteng di Sumaterah Utara (Sumut). Hal tersebut terjadi karena adanya pembentukan opini yang dipercaya oleh masyarakat informasi hoax tersebut.

"Mereka netizen kita bentuk supaya mereka menangkal isu kebencian dan lainnya yang mempengaruhi tugas kepolisian. Bahayangkan jika terjadi yang tidak diinginkan oleh informasi yang tidak benar. Ingat, suatu negara perang dengan negara lain itu pernah terjadi karena kabar yang tidak benar," katanya.

Oleh karena itu, tegas Kabid Humas, isu itu diharapkan bisa ditangkap netizen bersama Polri menjaga siruasi kondisi di dunia nyata dengan memanfaatkan cyber yang ada. Yang dikatakan hoax atau kebencian ada tiga yakni informasi tidak jelas sumbernya, media tidak jelas dan informasi yang diberikan adalah propokatif.

"Yakni mengajak, memanasi masyarakat supaya membaca agar timbul kebencian. Ini materi yang masuk dalam jambore ini agar mereka mengenal yang namanya informasi hoax, kebencian dan SARA. Mereka sadar sendiri bukan dipersiapkan karena yang dihadapi adalah dinamika," ujarnya.

Kabid Humas menambahkan, dinamina di Jawa Timur disesuaikan dengan netizen yang akan di didik dalam menghadapi situasi. Dari sisi hukum, sudah diperlakukan penegakan hukum sesuai UU ITE dan sudah diperingatkan. Maka jika dilakukan yang mengakibatkan terganggunya situasi keamanan narsional maka dikenakan UU ITE.

"Mereka diharapkan adalah masyarakat yang menangkal hoax bersama polisi, apalagi menjelang pilkada banyak kebencian menjatuhkan oleh kelompok tertentu dalam rangka kepentingan politik. Kita ingin masyarakat diberikan informasi yang benar, salah satunya lewat nitizen ini," tuturnya.

Kabid Humas menegaskan, isu orang gila (orgil), isu ulama dan isu lainnya yang tidak keluar dari bibirnya Kabid Humas adalah hoax. Karena intrukmen terdiri dari langkah yang dilakukan mulai dari penyelidikan dan pengumpulan pembuktikan fakta jika itu hoax.

Salah satu netizen Bojonegoro, Nova Wijaya (23) mengatakan, saat ini harus pinter memilah informasi yang bagus untuk bisa disharing ke followers di sosial media. "Sebagai admin di sosial media harus bekerjasama dengan admin lain, informasi yang hoax bisa disaring," tuturnya.

Masih kata Nova, biasanya jika informasi tersebut hoax akan di delete atau langsung blokir. Dengan acara tersebut, ia bisa kumpul dengan netizen dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur saling tukar pendapat dan mana yang bisa dilakukan bersama untuk media sosial lebih baik.

'Jambore Netizen Polda Jatim Bersama sama Lawan Hoax Ciptakan Pemilukada 2018 Jawa Timur Kondusif' digelar di komplek Blessing Hill  Hotel Trawas, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto selama dua hari. Irwasda Polda Jatim Kombes Pol Sutarjo menjadi Irup upacara pembukaan. [tin/but]

Tag : media sosial

Berita Terkait

Kanal Teknologi