Meski Perdana

Mobil Listrik Politeknik Untag Siap Berlaga di KMLI 2017

Senin, 20 Nopember 2017 13:56:43
Reporter : Fahrizal Tito
 Mobil Listrik Politeknik Untag Siap Berlaga di KMLI 2017
Mobil Listrik Mahasiswa Untag

Surabaya (beritajatim.com) - Mahasiswa Politeknik Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) meluncurkan mobil listrik pertamanya benama Aurora dalam ajang Kompetisi Mobil Listrik Indonesia (KMLI) 2017 yang digelar di Bandung.

Ketua Tim Aurora Muhammad Airul Ayyub saat ditemui beritajatim.com ketika ujicoba di depan gedung Politeknik Untag Surabaya mengatakan meski mobil listrik besutannya itu perdana namun dirinya yakin bisa unggul pada kontes yang  diadakan 23- 25 November mendatang.

"Insyallah kami yakin bisa melenggang sukses, karena mobil listrik kami memiliki fitur canggih berupa Regenerative Breaking System, yang dapat mengubah energi kinetik menjadi energi listrik ketika melakukan pengereman," tuturnya, Senin (20/11/2017).

Selain itu, tambahnya. Mobil listrik yang dirakit bersama sembilan temannya itu juga memiliki pengapian dari  baterai yang akan ter-charge otomatis sewaktu pengemudi mengerem kendaraan.

"Teknologi tersebut akan menambah kemampuan tempuh kendaraan hanya dalam sekali charge. Jika baterai mobil listrik tersebut terisi penuh, akan cukup untuk menempuh jarak sekitar 30 kilometer," kata mahasiswa semester V Teknik Listrik Industri tersebut.

Ia mengungkapkan, keunggulan lain yang terdapat dalam mobil listrik tersebut adalah suspensinya yang menggunakan suspensi independen.
"Sehingga, ketika melewati jalanan bergelombang pun, tidak akan terasa adanya goncangan. Diharapkan pengendara lebih nyaman dengan digunakannya suspensi independen tersebut," urainya.

Kelebihan lain, terdapat dua motor listrik yang digunakan untuk menggerakkan roda. Artinya, satu motor listrik menggerakkan satu roda.
"Di sini memang sempat menemukan kesulitan. Jadi menyeimbangkan power steeringnya agak susah karena pakai dua motor itu," paparnya.

Direktur Politeknik 17 Agustus 1945 Surabaya Gatut Budiono menjelaskan, perakitan mobil listrik tersebut tidak lah sebentar. Apalagi, mobil listrik yang diciptakan benar-benar dirakit dari nol, dan bukan modifikasi.

"Untuk melakukan riset soal penghitungan rangka, desain, dan kapasitas mobil listrik tersebut memakan waktu sekitar enam bulan. Sementara untuk perakitan atau pabrikasi, diperlukan waktu kurang lebih dua bulan. Jadi total waktu pembuatan mobil tersebut dari awal sampai jadi itu sekitar 8 bulan," tutur Gatut.

Disinggung biaya pembuatan, Gatut mengatakan menghabiskan dana kurang lebih sekitar Rp 70 juta. "Keunggulan lainnya mobil listrik itu mampu melaju hingha kecepatan 70 kilometer per jam. Namun, Mobil listrik ini masih memerlukan perbaikan dan inovasi. Ini lah yang menjadi tonggak riset berikutnya. Sehingga bertambah tahun menjadi lebih sempurna dan bisa produksi masal, bukan hanya prototype," tandas Gatut. (ito/ted)

Tag : mobil listrik

Berita Terkait

Kanal Teknologi