Persebaya, Tim Terproduktif dan Pertama Capai 50 Gol Musim Ini

Selasa, 06 Nopember 2018 12:58:23
Reporter : Oryza A. Wirawan
 Persebaya, Tim Terproduktif dan Pertama Capai 50 Gol Musim Ini
Trio Papua Osvaldo Haay, Ruben Sanadi dan Fernando Pahabol

Persebaya memenangkan salah satu partai kunci untuk bertahan di Liga 1 atau bahkan menembus enam besar klasemen akhir. Bajul Ijo menggulung kandidat juara Persija Jakarta 3-0 (2-0) pada pekan ke-29, di Gelora Bung Tomo, Minggu (4/11/2018). Dengan kemenangan ini, Persebaya berhasil merebut peringkat 9, terpaut enam angka lebih banyak dari peringkat teratas zona degradasi, Perseru Serui.

Kemenangan ini memiliki banyak arti. Tiga gol ke gawang Persija menempatkan Persebaya sebagai tim paling produktif di Liga 1 musim ini dengan 50 gol. Green Force mencetak empat gol lebih baik daripada pemuncak klasemen PSM Makassar, tujuh gol lebih banyak daripada Persib Bandung, dan sembilan gol lebih besar daripada Persija dan Bali United. Semuanya penghuni empat besar klasemen.

Persebaya juga menjadi tim pertama yang mencetak 50 gol musim ini. Prestasi tim yang dilatih Djajang Nurjaman ini mengungguli skuat Persebaya musim 2004 yang baru mencatatkan 50 gol pada pekan ke-30.

Musim 2004, Persebaya menjadi juara kasta tertinggi Liga Indonesia untuk kedua kalinya. Prestasi itu susah dilampaui musim ini. Namun Persebaya saat ini bisa menyamai produktivitas gol skuat Persebaya 2004, dengan tren saat ini.

Tahun 2004, Persebaya mencetak 55 gol hingga akhir musim. Saat ini dibutuhkan lima gol lagi untuk setara dengan rekor tersebut. Dengan sisa lima (tiga kandang dan dua tandang), maka Rendi Irwan dan kawan-kawan setidaknya harus mencetak satu gol di setiap pertandingan. Probabilitasnya sangat besar jika membaca statistik tren permainan Persebaya.

Rata-rata gol Persebaya pada putaran pertama adalah 1,47 per pertandingan. Rataan ini makin membaik pada putaran kedua menjadi 2,083 per pertandingan. Selama putaran kedua, Persebaya juga buas. Dalam enam pertandingan putaran kedua, Persebaya mencetak minimal tiga gol (lima kemenangan, satu hasil imbang). Sementara di putaran pertama, hanya ada tiga pertandingan di mana Persebaya mencetak minimal tiga gol (satu kali menang, satu kali seri, dan satu kali kalah).

Dengan mencetak rata-rata dua gol per pertandingan, maka Persebaya secara statistik berpotensi mencetak 10 gol tambahan, terlepas dari hasil akhirnya. Jika ini yang terjadi, maka rekor produktivitas gol Persebaya 2004 akan terpatahkan. Tentu saja dengan ironi: karena Persebaya musim ini melakukannya tidak dengan gelar juara di tangan.

Statistik rata-rata perolehan poin setiap pertandingan juga meningkat pada putaran kedua ini. Dari 12 pertandingan, Persebaya mencatatkan 16 angka dari 5 kemenangan, 1 hasil imbang, dan 6 kekalahan. Rata-rata perolehan angka Persebaya adalah 1,33. Ini lebih baik daripada rekor putaran pertama yang mencatatkan 5 kemenangan, 7 hasil imbang, dan 5 kekalahan, dengan rata-rata angka 1,29.

Jadi, secara tren, performa Persebaya semakin membaik di bawah kepemimpinan Djajang Nurjaman. Taktik memasang tiga pemain depan tanpa target man dan dua gelandang serang membuat Persebaya sulit ditangkal. Setelah penyerang asal Brasil, David da Silva, absen, siapapun berpotensi mencetak gol. Selain 16 gol yang dicetak Da Silva, ada 14 pemain yang sudah tercatat di papan skor. Dua terbanyak adalah Irfan Jaya dan Osvaldo Haay dengan masing-masing mencetak enam gol.

Problem utama tetap di lini pertahanan. Rata-rata kebobolan Persebaya di putaran kedua lebih buruk daripada putaran pertama, yakni 1,58 berbanding 1,35 gol per pertandingan. Empat dari enam hasil clean sheet Persebaya juga dicetak di putaran pertama. Djajang tak boleh melupakan aspek pertahanan, terutama dua lawan berikutnya adalah dua tim papan atas yakni PSM Makassar dan Bali United. [wir/ted]

Tag : persebaya

Berita Terkait

Komentar

Kanal Sorotan