7 Keajaiban Prabowo Subianto

Kamis, 26 Juli 2018 13:56:08
Reporter : Ribut Wijoto
7 Keajaiban Prabowo Subianto

Perjalanan hidup Prabowo Subianto adalah serangkaian kisah tentang keajaiban. Kehidupan yang senantiasa dramatis, sensasional, melibatkan tokoh-tokoh penting di tanah air Indonesia. Dan ajaibnya, Prabowo selalu bertahan di level atas.

Keajaiban Pertama
Tahun 1991, Prabowo adalah Kepala Staf Brigade Infanteri Lintas Udara 17 Kostrad. Dua tahun berikutnya, 1993, Prabowo Komandan Group-3/Pusat Pendidikan Pasukan Khusus. Hanya setahun, 1994, Prabowo langsung memegang posisi Wakil Komandan Komando Pasukan Khusus. Itu pun juga cuma setahun, 1995, Prabowo menjabat Komandan Komando Pasukan Khusus. Lagi-lagi hanya setahun, 1996, Prabowo menduduki posisi Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus. Posisi puncak yang dipegangnya selama dua tahun. Sampai kemudian tahun  1998, Prabowo menjabat Panglima Komando Cadangan Strategi TNI Angkatan Darat.

Perihal karier militernya yang ajaib, Prabowo membantah jika itu berkat statusnya sebagai menantu Presiden Soeharto. Menurutnya, bukan hanya ia yang mendulang karier cemerlang. Tetapi Wiranto (yang saat ini Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan) juga sama.

“Tapi kan bukan hanya saya. Pak Wiranto kan dari ajudan presiden langsung kasdam, langsung pangdam, langsung pangkostrad. Itu kan tuduhan saja kepada saya. Coba dilihat berapa kali saya VC (kontak senjata langsung di medan operasi), berapa kali bertugas di daerah operasi, berapa kali tim saya di Kopassus merebut kejuaraan, berapa kali operasi militer saya selesaikan, apa yang saya  buat di Mount Everest itu kan mengangkat bangsa. Berapa saya melatih prajurit komando dari beberapa negara. Itu kan tidak dilihat,” ujar Prabowo dalam salah satu wawancara di Thailand, 14 Oktober 1999.

Keajaiban Kedua

Meniti karier militar cemerlang, secara ajaib, Prabowo jatuh. Dia dipecat dari militer. Padahal, bagi Prabowo, pemecatan itu sungguh absurd. Dia tidak merasa bersalah. Dia menganggap dirinya hanyalah korban dari persinggungan beragam kepentingan. Tidak hanya tentang pemecatan, cara pemecatannya pun dinilai sangat absurd. Tidak masuk di akal.

"Saya tak sempat membuat memorandum serah terima jabatan. Istri saya, ketua Persit pun, tak sempat serah terima. Setahu saya, dalam sejarah ABRI, belum pernah ada perwira tinggi dipermalukan oleh institusinya, seperti yang saya alami," katanya mengenang.

Keajaiban Ketiga
Dipecat dari militer, walau kecewa, Prabowo tidak protes. Dia lebih memilih memulai karir sebagai seorang pengusaha. Secara ajaib, karier bisnis Prabowo melonjak tajam.

Kebetulan, ketika dulu di Amerika Serikat, Prabowo berkenalan dengan komandan tentara Jordania. Komandan yang juga seorang pangeran lalu menjadi raja Jordania. Di Jordanialah bisnis Prabowo berkembang pesat. Dia menjadi kaya raya. Tercatat, Prabowo memimpin 27 perusahaan di Indonesia dan luar negeri.

Keajaiban Keempat
Pernah menjalani kejaiban karier di militer lalu secara ajaib sukses pula di bidang bisnis, Prabowo memulai masuk ke dunia baru yang lebih kompleks: dunia politik. Lagi-lagi karier politik Prabowo dibaluti oleh beragam keajaiban.

Pada mulanya Prabowo mendaftar untuk ikut konvensi calon presiden yang digelar oleh Partai Golkar, tahun 2004. Dia kalah oleh Wiranto. Merasa tidak mendapat tempat di Golkar, 6 Februari 2008, Prabowo mendirikan partai anyar. Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Ajaib, partai baru ciptaan Prabowo langsung mendapat apresiasi positif dari rakyat Indonesia. Terbukti, Gerindra menempati posisi 8 dalam Pemilihan Umum Anggota DPR 2009. Bahkan ajaib, posisi Gerindra lalu melonjak ke 3 besar dalam Pemilu 2014 dengan 73 kursi di DPR. Melangkahi partai-partai lama seperti Partai Demokrat, PAN, PKB, PKS, maupun PPP.

Keajaiban Kelima
Kegemilangan dalam berpolitik tidak hanya ditandai dengan sukses di level partai, eksistensi Prabowo secara individu juga sangat mentereng. Gagal di konvensi Golkar, Prabowo dipinang Megawati Soekarno Putri untuk mendampinginya sebagai Calon Wakil Presiden, dalam Pilpres 2009. Hasilnya, pasangan Megawati – Prabowo hanya kalah oleh pasangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) – Boediono.

Kalah di Pilpres 2009 sebagai Cawapres, secara ajaib, pamor Prabowo bukannya meredup tapi justru moncer. Pada Pilpres 2014, Prabowo mendapat dukungan 6 partai (Gerindra, Golkar, PAN, PKS, PPP, dan PBB) untuk maju sebagai Capres berdampingan dengan Hatta Rajasa. Hasilnya, walau awalnya kalau jauh perihal elektabilitas, pasangan Prabowo – Hatta Rajasa nyaris menang dan hanya kalah tipis dari pasangan Joko Widodo (Jokowi) – Jusuf Kalla (JK).

Keajaiban Keenam

Sebagai tokoh publik, kehidupan pribadi Prabowo tidak luput dari sorotan. Prabowo menikahi Siti Hediyati Hariyadi alias Titik Soeharto, puteri mendiang Presiden Soeharto, pada 1983. Pasangan ini memiliki satu anak laki-laki, Didiet Prabowo. Bersamaan dengan kejatuhan karier Prabowo di militer, pasangan ini berpisah.

Berbeda dengan sesama anak-anak Soeharto yang kehidupan pribadinya kerap jadi santapan media infotainment, Prabowo-Titiek lebih bisa menjaga privasi. Bahkan, perpisahan mereka luputan sorotan media. Meski begitu, Prabowo pernah juga mendapat todongan pertanyaan tentang rencana masa depan rumah tangganya. Rabu 9 Oktober 2013, seorang wartawan bertanya, kapan Prabowo akan menikah lagi.

Pertanyaan wartawan tersebut sontak membuat orang-orang yang hadir tersentak. Semua penasaran dengan jawaban atau reaksi Prabowo. Tidak sedikit yang khawatir Prabowo akan marah. Namun situasi berubah cair dan penuh gelak tawa setelah Prabowo bicara.

Secara ajaib dan cerdas, Prabowo menjawab pertanyaan dengan bahasa Inggris. “May,” ujar Prabowo kalem. Ketika orang mengira Prabowo menyebut bulan Mei, tiba-tiba dengan tersenyum lebar, jawaban itu dilanjutkannya. “Yah, maybe yes, may be no,” katanya. Sontak orang-orang tertawa.

Keajaiban Ketujuh

Tidak hanya mampu membesarkan partai dan merawat ketokohan personal, Prabowo ternyata secara ajaib piawai memerankan dirinya sebagai peracik strategi alias king maker. Dua kali Pilgub DKI Jakarta buktinya.

Tanggal 20 September 2012, pasangan yang didukung oleh Prabowo, yakni Jokowi - Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berhasil mengalahkan incumbent Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli. Perihal kemunculan nama Jokowi yang sebelumnya adalah Walikota Solo, konon, tidak lepas dari peran tangan dingin Prabowo. Kabarnya, Prabowo sendiri yang melobi PDI Perjuangan agar bersedia mencalonkan Jokowi. Padahal ketika itu, PDI Perjuangan sudah hampir mengusung Fauzi Bowo. Secara ajaib, strategi politik Prabowo terbukti berhasil, Jokowi – Ahok menang.

Lima tahun berikutnya, tahun 2017, keajaiban kembali diperagakan Prabowo melalui kepiawaian meracik strategi. Pasangan yang didukung oleh Prabowo, yaitu Anies Baswedan - Sandiaga Uno, berhasil mengalahkan Ahok – Djarot. Padahal beberapa bulan sebelum coblosan, elektabilitas Anies sangat jauh di bawah Ahok.

Itulah tujuh keajaiban yang mewarnai perjalanan hidup Prabowo Subianto. Namun bila dicermati lebih mendalam, fenomena itu bukan sekadar keajaiban. Tapi memang ada faktor keturunan, bakat, dan perjuangan istimewa dari Prabowo.

Prabowo adalah anak dari putra begawan ekonomi Soemitro Djojohadikoesoemo. Lihat saja murid-murid Soemitro, banyak yang jadi menteri. Semisal JB Sumarlin, Ali Wardhana, dan Widjojo Nitisastro. Sedangkan kakek Prabowo adalah Raden Mas Margono Djojohadikusumo, pendiri Bank Negara Indonesia dan Ketua DPAS pertama dan anggota BPUPKI.

Sejak kecil, Prabowo mendapat lingkungan dan pendidikan barat. Sekolah dasar ditempuh Probowo di Victoria Institution, Malaysia. Sekolah mengah di Zurich International School, Jerman. Lalu SMA di American School, Inggris. Itu artinya, Prabowo terbiasa pergaulan dan wawasan yang luas. Terbiasa berpikir dengan logika.

Sedangkan di militer, Prabowo dikenal memiliki ketegasan. Berani mengambil risiko demi negara. Ketegasan yang terus berlanjut ketika memimpin partai. Bila ada kader Gerindra yang terjerat kasus korupsi, Prabowo tak segan langsung memecat. Dengan ketegasan itu, wajar saja, Prabowo bersama Gerindra mendapat kepercayaan tinggi dari masyarakat. [but

Tag : pilpres 2019

Berita Terkait

Komentar

Kanal Sorotan