Selayang Pandang Pilkada Pamekasan

Sabtu, 18 Nopember 2017 21:41:45
Reporter : Samsul Arifin
Selayang Pandang Pilkada Pamekasan

PILKADA serentak 2018 akan digelar Rabu (27/6/2018) mendatang. Namun gerak para figur maupun kandidat mulai meramaikan suasana pesta demokrasi, tidak terkecuali di daerah berslogan Bumi Gerbang Salam.

Selama ini tercatat sebanyak tiga figur yang digadang-gadang memiliki potensi besar mencalonkan diri sebagai Bupati Pamekasan periode 2018-2023, masing-masing Badrut Tamam (anggota DPRD Jatim), KH Kholilurrahman (anggota DPR RI) dan Rudy Susanto (pengusaha).

Selain itu juga terdapat satu nama lain yang menyatakan diri maju sekaligus bersaing sebagai bakal calon Bupati Pamekasan, yakni Al-Anwari yang saat ini menjabat sebagai anggota DPRD Pamekasan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Belum lagi nama Suli Faris yang juga diusung oleh partainya, Partai Bulan Bintang (PBB) untuk menghadapi momentum pilkada serentak. Apalagi DPC PBB juga memastikan tidak membuka pendaftaran untuk para bakal calon bupati maupun bakal calon wakil bupati.

Namun dari para figur tersebut, terbilang hanya dua yang memiliki greget sekaligus berpeluang untuk bersaing pada pesta demokrasi lima tahunan tingkat kabupaten, yakni Badrut Tamam dan KH Kholilurrahman.

Kedua figur itu merupakan politisi asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Badrut Tamam merupakan sosok politisi muda yang sudah tercatat dua periode menjabat sebagai wakil rakyat di DPRD Jawa Timur.

Sementara KH Kholilurrahman merupakan sosok politisi senior yang sudah malang melintang dalam kencah perpolitikan nasional, khususnya di Jawa Timur. Bahkan sebelum menjabat sebagai anggota DPR RI, ia juga tercatat sempat menjadi anggota DPRD Jatim dan Bupati Pamekasan 2009-2014.

Pada momentum pilkada kali ini, justru Badrud Tamam yang mendapatkan rekomendasi dari DPP PKB untuk maju sebagai bupati Pamekasan. Sekalipun KH Kholilurrahman juga tercatat sebagai kader partai yang memberikan rekomendasi terhadap pria yang akrab disapa RBT.

Kholilurrahman tidak patah arang, ia justru memaksimalkan berbagai upaya dan potensi untuk mendapatkan rekomendasi dari salah satu partai besar lainnya. Salah satunya Partai Persatuan Pembangunan (PPP), terlebih Kholil juga sempat mendaftar ke Kantor DPC PPP Pamekasan di Jl Bonorogo guna mendapatkan rekomendasi partai berlogo Ka'bah.

Bahkan beredar kabar jika rekomendasi PPP diberikan kepada KH Kholilurrahman untuk bersanding dengan salah satu kader partai, yakni Fathorrahman. Kabar tersebut terbilang 'viral' dengan beredarnya gambar keduanya yang digadang-gadang bakal bersanding dengan sebutan 'Kholifah' (Kholilurrahman dan Fathorrahman).

Padahal sebelumnya KH Kholilurrahman justru sempat disandingkan dengan Taufadi, sosok pengusahan muda yang digadang-gadang memiliki potensi kuat untuk maju sebagai calon wakil bupati Pamekasan. Hanya saja kabar tersebut berangsur hilang 'tanpa bekas'.

Sementara Badrut Tamam saat ini tengah fokus untuk mencari figur 'pendamping', sekalipun ia juga sama-sama sempat mendaftar ke Kantor DPC PPP Pamekasan. Beberapa kader PPP juga sempat disandingkan dengannya melalui berbagai gambar, salah satunya Ali Masykur.

Namun tidak menutup kemungkinan, kondisi tersebut justru berubah seiring waktu. Terlebih pelaksanaan pilkada serentak baru akan digelar Juni 2018, belum lagi dengan peluang figur independen yang juga memiliki peluang besar merubah berbagai jenis statment maupun prediksi.

Dengan berbagai 'gerakan' yang dilakukan oleh sejumlah figur yang tidak diunggulkan, bisa saja berubah atau justru menohok tatanan dan persiapan figur yang sudah memiliki popularitas maupun elektabilitas, sebab suhu politik di Pamekasan terbilang cukup dinamis.

Tidak hanya itu, partai politik termasuk para tokoh partai hingga simpatisan juga memiliki pengaruh kuat dalam mendongkrak popularitas para figur. Sebab tidak jarang pilkada Pamekasan lebih menitik beratkan terhadap seorang figur, termasuk juga dengan pengaruh dari para tokoh atau bahkan blater. [pin/suf]

Tag : pilkada

Berita Terkait

Komentar

Kanal Sorotan