Megawati Makan Siang di Balai Kota, Dorong Risma ke Pilgub atau Jadi Wapres?

Selasa, 12 September 2017 17:15:11
Reporter : Rahardi Soekarno J.
Megawati Makan Siang di Balai Kota, Dorong Risma ke Pilgub atau Jadi Wapres?

Surabaya (beritajatim.com) - PDIP yang memiliki 19 kursi DPRD Jatim belum juga memutuskan siapa pasangan cagub dan cawagub yang diusungnya pada pilgub Jatim 2018.

Meskipun begitu, sinyal positif PDIP diprediksi akan mendukung cagub dari kalangan Nahdliyyin. Nama Wagub Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menjadi pertimbangan utama, setelah Wasekjen PDIP Achmad Basarah melakukan safari politik ke sejumlah kiai NU.

Pasangan Gus Ipul-Azwar Anas (Bupati Banyuwangi) dan Gus Ipul-Budi 'Kanang' Sulistyono (Bupati Ngawi) menggelinding kuat.

Tetapi skenario itu bisa saja berubah berantakan, ketika Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri datang ke Surabaya untuk bertemu dengan Walikota Surabaya Tri Rismaharini dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Senin (11/9/2017) di kediaman walikota. Pasangan Gus Ipul-Risma dan Risma-Anas untuk pilgub Jatim 2018 pun mulai menyeruak ke permukaan.

Meskipun Presiden RI ke-5 ini tak mengutarakan maksud kunjungannya menjelang pilgub, namun sanjungan Megawati ke Risma dalam menata Kota Pahlawan ini, bisa mengartikan minat Megawati untuk menunjuk Risma maju pilgub Jatim.

Sejumlah sumber internal partai menyebutkan, jika Risma bersedia menjadi cagub Jatim asal PDIP, maka pendampingnya bisa ditunjuk Anas sebagai calon wakil gubernurnya.

Gus Ipul dan Anas memang telah mendaftar ke DPD PDIP Jatim untuk menjadi bakal calon kepala daerah atau wakil kepala daerah Jatim. Sementara Risma mengaku tidak minat dan tidak mengambil formulir pendaftaran pencalonan sama sekali hingga penutupan.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan, Risma masih terbuka peluangnya untuk diusung sebagai cagub Jatim, meskipun tanpa melalui proses pendaftaran pencalonan.

"Bu Risma sangat berpeluang dicalonkan. Namun sampai sekarang beliau masih menolak dan seringkali itu disampaikan," ungkap Hasto, kemarin.

Hasto menjelaskan, penunjukkan cagub Jatim asal PDIP ini, memang kesemuanya bermuara pada keputusan Ketua Umum PDIP Megawati. Sehingga seluruh kader PDIP yang ditunjuk oleh DPP, maka harus siap menjalankan tugasnya.

"Kalau kader sudah ditunjuk oleh partai, maka tidak bisa menolak, termasuk Bu Risma. Jadi tunggu saja tanggal mainnya," tukasnya.

Risma Cawapres
Pengamat politik asal Universitas Trunojoyo Madura, Mochtar W Oetomo memaknai kedatangan Megawati kemarin bukan sekadar untuk pilgub Jatim, melainkan untuk konsolidasi PDIP menghadapi pileg dan pilpres 2019.

"Di sanalah maknanya seluruh kepala daerah dari PDIP dikumpulkan, di samping para fungsionaris saat pertemuan. Keberadaan Dahlan Iskan dalam pertemuan memperkuat sinyalemen itu. Karena selama ini Dahlan dengan Jawa Pos adalah penyokong utama Risma," tutur Mochtar.

Direktur Surabaya Survey Center (SSC) ini memprediksi siapa yang akan direkom PDIP menjadi cagub dan cawagub Jatim, sama sekali tidak bisa dilepaskan dari skenario PDIP menghadapi pileg dan pilpres 2019.

"Saya rasa Risma bukan dipersiapkan untuk pilgub Jatim, tapi untuk pilpres. Nah, kepastian rekom PDIP dengan begitu tidak hanya bergantung pada kepastian maju tidaknya Khofifah di pilgub, tetapi juga bergantung pada kepastian maju tidaknya Risma di pilpres," tegasnya.

Melihat skenario itu, maka pilihan PDIP yang paling memungkinkan dan berpuang besar adalah Gus Ipul-Anas. Ini karena Risma bukan dipersiapkan untuk Jatim.

"Skenario awal saya rasa Risma jadi cawapresnya Jokowi. Tetapi jika dinamika politik memungkinkan, bukan hal yang aneh, jika Risma arahnya ke capres. Jokowi sebelum jadi presiden adalah Walikota Solo dan Gubernur DKI Jakarta," jelasnya.

Untuk peluang terbesar, lanjut dia, adalah GI-Anas diusung koalisi PDIP dan PKB di pilgub Jatim. Ini karena dalam pertemuan konsolidasi juga ada Gus Ipul saat bertemu Mega di VVIP Room Bandara Internasional Juanda Surabaya.

"Jadi melihat kepentingan skenario pileg dan pilpres 2019 itu, kecil kemungkinan PDIP usung kader sendiri Risma-Anas di pilgub Jatim. Berkolaborasi dengan NU dan para masyayikh itu lebih memungkinkan. Tapi jika benar memilih Gus Ipul-Anas, maka ada risiko mengabaikan kader sejati seperti Kusnadi dan Kanang. Jika tidak hati-hati, ini juga bisa jadi titik lemah," pungkasnya. (tok/ted)

Tag : pilgub jatim

Berita Terkait

Kanal Sorotan