Oky Dwi Cahyo Ciptakan Musik Kontemporer Sandur

Rabu, 08 Agustus 2018 20:03:39
Reporter : Tulus Adarrma
Oky Dwi Cahyo Ciptakan Musik Kontemporer Sandur

Bojonegoro (beritajatim.com) - Tidak ingin terkubur perubahan zaman, kesenian tradisional Sandur berusaha diangkat ke permukaan. Salah satunya dengan mengaransemen pertunjukan Sandur menjadi karya musik kontemporer. Dari kesadaran memelihara kesenian rakyat itu dia ingin memperkenalkan Sandur melalui musik.

Komposer muda yang mengaransemen pertunjukan Sandur menjadi karya musik itu adalah Oky Dwi Cahyo. Dari renungannya, ia berusaha menceritakan tentang bagaimana menciptakan komposisi musik yang bisa bercerita dibalik perjalanan kesenian tradisional Sandur. Kesenian rakyat yang mampu bertahan hingga kini.

"Di balik masih hidupnya kesenian Sandur di era modernisasi ini ada perjalanan panjang, dan perlu dicatat yang dialami pelaku-pelaku kesenian rakyat itu," ujarnya, Rabu (8/8/2018).

Melalui perpaduan alat musik jenis pukul, gesek maupun tiup, ia sejatinya bercerita tentang bagaimana Sandur melewati proses-proses gesekan dengan masyarakat, khususnya pemeluk kepercayaan islam garis keras, juga pemerintah pada masa Orde Baru. Hingga akhirnya bisa diterima sampai sekarang.

Seperti misalnya, tempo cepat pukulan snare drum seperti derap langkah sepatu. Dipadu dengan suara ritmis dari biola gergaji, adalah kondisi miris jerit pelaku Sandur yang hingga sekarang masih ada ketakutan akibat adanya pembumihangusan pelaku-pelaku Sandur masa silam. Mereka yang dianggap ada keterlibatan dengan Lekra, yang selalu dikaitkan dengan PKI.

"Sandur selalu berani untuk bangkit, mencoba memecahkan segala kebuntuan, dan mencari jalan keluar untuk bisa diterima masyarakat secara umum dan universal," ungkap pria berusia 29 tahun itu.

Pertunjukan musik yang dimainkan oleh enam orang pemusik itu menciptakan harmoni selaras yang menggambarkan Sandur sebagai kesenian rakyat, memiliki nilai magis tersendiri. Memiliki sebuah hubungan horisontal antar sesama manusia dan seisinya, serta hubungan vertikal antara manusia dengan Sang Pencipta.

"Sandur sebagai kesenian rakyat memiliki nilai dan ajaran estetika yang tidak akan pernah mati dalam diri pelakunya," tegas Kocin sapaan akrab seniman yang aktif di Sanggar Sayap Jendela arts Laboratorium itu.

Penciptaan karya musik kontemporer yang diilhami dari kesenian Sandur ini akan dipentaskan dalam Parade Komposer Muda Jatim di Gedung Pertunjukan Cak Durasim, Surabaya pada 13 Agustus 2018, pukul 18.00 WIB. Selain dari Bojonegoro, parade komposer musik itu juga ada penampil dari Kediri, Panji Nada Kreasi, Jember oleh Lipiyanto dan dari Situbondo, Ali Gardi. [lus/but]

Tag : tokoh

Berita Terkait

Komentar

Kanal Siapa Dia