Bupati Jember Diminta Mediasi Polemik Pemilihan BPD Balung Kulon

Senin, 31 Desember 2018 16:30:39
Reporter : Oryza A. Wirawan
Bupati Jember Diminta Mediasi Polemik Pemilihan BPD Balung Kulon

Jember (beritajatim.com) - Panitia Pemilihan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Balung Kulon, Kecamatan Balung, Kabupaten Jember, Jawa Timur, meminta kepada Bupati Faida agar menjadi mediator dalam polemik pemilihan di sana.

\"Kami masyarakat di bawah ingin situasi kondusif. Kami kasihan dengan pemerintah di kabupaten Jember dengan adanya polemik seperti ini,\" kata Ahmad Sugiarto, ketua panitia.

Polemik muncul setelah sembilan anggota BPD Balung Kulon terpilih secara aklamasi. Belakangan muncul tudingan di sebagian kalangan, bahwa pemilihan BPD tak sesuai aturan. Ada WhatsApp yang beredar entah dari mana dan oleh siapa yang menebarkan tudingan itu. \"Pemilihan BPD di desa kami dianggap tidak transparan dan melanggar undang-undang,\" kata Ketua BPD Balung Kulon yang terpilih, Sudarsono.

Polemik makin panjang, karena sejak SK bupati diterbitkan pada 9 Oktober 2018, mereka belum dilantik sama sekali. Akhirnya, Sudarsono dan delapan anggota BPD lainnya mengembalikan surat keputusan (SK) pengangkatan kepada Bupati Faida di kantor Pemkab Jember, Senin (31/12/2018).

\"Lawan kami tidak jelas,\" kata Sugiarto. Dia berharap agar pemerintah daerah mempertemukan panitia dengan pembuat pesan WhatsApp yang mempersoalkan pemilihan BPD tersebut. Dia berharap pesan WhatsApp tersebut tak dijadikan landasan untuk mengambil kebijakan.

\"Kami panitia, Tim Sebelas, sudah mengambil opsi (pemilihan secara) musyawarah. Peserta musyawarah diambil dari perwakilan dusun-dusun setempat. Dengan musyawarah, kami menghindari money politics,\" kata Sugiarto. Anggota BPD hasil musyawarah ini memiliki rekam jejak jelas untuk membantu kepala desa untuk membangun. [wir/ted]

Tag : pemkab jember

Berita Terkait

Komentar

Kanal Politik & Pemerintahan