Timses Jokowi Usul KH Syaichona Cholil Jadi Pahlawan Nasional

Jum'at, 09 Nopember 2018 12:47:48
Reporter : Rahardi Soekarno J.
Timses Jokowi Usul KH Syaichona Cholil Jadi Pahlawan Nasional

Surabaya (beritajatim.com) - Jajaran Tim Kampanye Daerah (TKD) Jatim untuk pemenangan Jokowi-KH Ma'ruf Amin bersilaturrahim dengan para kiai di Ponpes Al-Hikam, Bangkalan, Madura, serta berziarah ke makam KH Syaichona Cholil, Jumat (9/11/2018).

"Alhamdulillah, ini Jumat berkah bisa tabarruk dengan para ulama. Dan bertepatan dengan Hari Pahlawan, kami punya harapan agar KH Syaichona Cholil bisa ditetapkan sebagai pahlawan nasional. Kami paham bahwa para kiai pasti tidak memusingkan gelar pahlawan, tapi itu adalah wujud penghargaan terhadap jasa ulama, khususnya Syaichona Cholill yang sangat berjasa besar bagi bangsa ini," ujar Ketua TKD Jatim Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin.

Syaichona Cholil adalah guru para ulama besar, seperti KH Hasyim Asy'ari, KH Abdul Wahab Hasbullah, KH Bisri Syansuri, KH Bisri Mustofa, KH Nawawi, KH As'ad Syamsul Arifin. Banyak pesantren di Indonesia mempunyai keterkaitan dengan Syaichona Cholil, baik langsung maupun tidak.

Syaichona Cholil juga meminta KH As'ad Syamsul Arifin untuk mengirim isyarah berupa tongkat ke KH Hasyim Asy'ari, yang kemudian dikenal sebagai awal mula cerita berdirinya Nahdlatul Ulama (NU).

"Dari Syaichona Cholil lahir banyak ulama besar dan tokoh-tokoh yang menjaga bangsa ini dari kehancuran dan perpecahan. Bisa dibayangkan, jika tidak ada murid-murid beliau hingga saat ini yang dikenal sebagai ulama penjaga keIndonesiaan," ujar Machfud yang datang bersama puluhan jajaran TKD Jatim.

"Sehingga ini perlu inisiasi untuk mengusulkan beliau sebagai pahlawan nasional, merisetnya dan merancang kajian akademiknya. Kami sepenuhnya berharap itu dan siap mendukung," imbuh mantan Kapolda Jatim ini.

Di Ponpes Al-Hikam, kehadiran TKD Jokowi-KH Ma'ruf Amin Jatim disambut pengasuh Ponpes Al-Hikam KH Nuruddin A Rahman. Di sana juga digelar pertemuan terbatas dengan 30 ulama Bangkalan dan sekitarnya, di antaranya dihadiri KH Muhaimin Maki, KH Sirajul Umam, KH Fathurrozi Jamil, KH Jazuli Nur dan KH Mahrus Cholili.

KH Nuruddin A Rahman mengatakan, dari hari ke hari dukungan untuk Jokowi-KH Ma'ruf Amin di Pulau Madura semakin besar. "Ada Kiai Ma'ruf Amin, beliau ulama sepuh, mantan pimpinan tertinggi Nahdlatul Ulama. Kami ini punya kewajiban moral. Kalau kata orang Madura, ta' teghah (tak tega) melihat beliau berjuang sendirian," ujar KH Nuruddin.

Apalagi, sambung dia, sejumlah kebijakan Jokowi sebagai presiden berjalan di Madura. "Yang terbaru adalah menggratiskan Jembatan Suramadu yang Insya Allah bisa bermanfaat bagi warga Madura," pungkas Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim ini. (tok/kun)

Tag : hari pahlawan

Berita Terkait

Komentar

Kanal Politik & Pemerintahan