Masuk Revolusi Industri 4.0, Ini Tantangan Banyuwangi

Kamis, 08 Nopember 2018 16:55:25
Reporter : Rindi Suwito
Masuk Revolusi Industri 4.0, Ini Tantangan Banyuwangi

Banyuwangi (beritajatim.com) - Salah satu industri yang menjanjikan di Revolusi Industri 4.0 adalah pariwisata yang merupakan sektor berbasis kreativitas. Menghadapi itu, Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, mengumpulkan seluruh pelaku wisata untuk meningkatkan kualitas pelayanan ke wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi.

"Saat ini kita telah masuk Revolusi Industri 4.0. Inti dari Revolusi Industri 4.0 itu kreativitas dan inovasi. Karena itu para pelaku wisata harus lebih kreatif dan inovatif," kata Anas di hadapan ratusan pelaku wisata, mulai dari pengelola hotel, homestay, agen travel, UMKM, dan lainnya di Pendopo Banyuwangi, Kamis (8/11/2018).

Menurut Anas, pariwisata Banyuwangi telah berkembang pesat. Kini Banyuwangi diperhitungkan dalam dunia pariwisata nasional maupun internasional. Anas meminta agar para pelaku wisata lebih kreatif dalam mengelola atraksi wisata.

"Para pelaku wisata harus lebih kreatif dalam mengemas para atraksi wisatanya. Harus ada sesuatu yang disukai oleh wisatawan," kata Anas.

Salah satu hal yang ditekankan Anas adalah memperkaya wawasan tentang histori dan kekhasan Banyuwangi. Misalnya mengajak wisatawan berkeliling ke pasar tradisional, pendopo, dan makanan tradisional.

"Itu salah satu cara untuk memberikan kesan yang baik pada wisatawan, sehingga mereka mau kembali lagi ke Banyuwangi," kata Anas.

Anas mengatakan, review di situs agen perjalanan online, seperti traveloka, pegipegi, dan lainnya sangat penting. Karena, kata Anas, biasanya wisatawan sebelum bepergian melihat review destinasi dari internet.

"Semua pelaku harus berusaha menjaga kesan yang baik tentang baik. Untuk itu dibutuhkan pemahaman tentang karakter dan segmentasi setiap wisatawan," kata Anas.

Selain itu, kepada UMKM juga lebih kreatif mwngolah potensi Banyuwangi. Anas mencontohkan yang dilakukan di kawasan Gombengsari, terdapat UMKM yang memberikan pengalaman berbeda. Seperti meminum langsung susu kambing etawa langsung setelah memeras, membuat kopi madu, dan lainnya.

"Kita harus lebih kreatif lagi, dan membuat sesuatu yang baru. Pelayanan juga harus ditingkatkan," kata Anas.

"Warga kini secara bertahap sudah merasakan dampak pariwisata. Secara ekonomi ada peningkatan cukup signifikan. Kini mereka berlomba-lomba memanfaatkan booming wisata ini dengan banyak mengambil peluang ekonomi dengan membuka berbagai usaha," imbuh Anas.

Berdasarkan data BPS, pengembangan ekonomi Banyuwangi dengan pengungkit dari pariwisata berhasil menekan drastis angka kemiskinan menjadi 8,6 persen dari sebelumnya selalu di atas dua digit serta mengerek pendapatan per kapita warganya menjadi Rp45 juta per orang per tahun pada 2017. [rin/but]

Tag : pemkab banyuwangi

Berita Terkait

Komentar

Kanal Politik & Pemerintahan