Keberangkatan Umroh Merbot dan Kyai di Ponorogo Bakal Molor

Kamis, 08 Nopember 2018 13:54:16
Reporter : D. Istimora
Keberangkatan Umroh Merbot dan Kyai di Ponorogo Bakal Molor

Ponorogo (beritajatim.com) - Program umroh untuk para kyai kampung dan merbot dari Pemkab Ponorogo bisa jadi tidak tepat waktu. Keberangkatan yang dijadwalkan di November ini mungkin akan mundur ke Desember.

Plt. Kabag Kesra Pemkab Ponorogo Sumani mengatakan, saat ini kuota atau jatah kyai dan merbot dari masing-masing kecamatan di seluruh Ponorogo sudah masuk ke panitia seleksi.

Pansel juga sudah mengantongi nama-nama orang yang akan diberangkatkan beribadah dengan uang negara tersebut.

Sumani enggan merinci jumlah masing-masing kyai dan merbot yang beruntung tersebut. Bahkan nama-namanya pun masih dirahasiakan karena khawatir akan disebut memberi janji palsu.

“Kami sudah ada nama orang yang mau berangkat. Dari hampir 400 orang yang mendaftar, sebanyak 171 atau sesuai kuota sudah lolos,” ujarnya, Kamis (8/11/2018).

Hanya saja, saat ini proses pemberangkatan para calon tamu Allah ini masih dalam masa lelang untuk mendapatkan biro perjalanan yang akan membawa mereka ke tanah suci. Lelang yang berjalan sejak awal November ini adalah yang kedua kalinya digelar oleh Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemkab Ponorogo.

“Lelang pertama gagal karena pesertanya cuma satu. Yang kali ini katanya sudah ada dua yang mendaftar. Semoga tidak gagal lagi sehingga bisa berangkat. Kalau tidak bisa November ya Desember. Pokoknya tahun ini lah,” ujarnya.

Untuk program ini, Pemkab Ponorogo menyediakan dana sebesar Rp 4,5 miliar. Dari masing-masing kecamatan akan ada sekitar delapan orang kyai dan merbot yang diberangkatkan. Kyai dan merbot yang ingin diberangkatkan harus mengikuti seleksi dengan berbagai persyaratan. Salah satunya adalah konsisten memimpin salat di masjid atau musala tempat mereka tinggal selama kurun waktu tertentu tanpa digaji.

Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni menyebut, program ini adalah salah satu penjabaran visi misi Pemkab Ponorogo pada poin religius. Dengan antusiasme yang tinggi dari warga, ia berharap pada 2019 program ini tetap ada. [dil/ted]

Tag : kabupaten ponorogo

Berita Terkait

Komentar

Kanal Politik & Pemerintahan