Pemkab Pamekasan Kembali Gagas Promosi Batik Melalui Branding Mobdin OPD

Kamis, 11 Oktober 2018 12:24:42
Reporter : Samsul Arifin
Pemkab Pamekasan Kembali Gagas Promosi Batik Melalui Branding Mobdin OPD

Pamekasan (beritajatim.com) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan berencana kembali mempopulerkan batik melalui branding batik khas di setiap kendaraan dinas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan daerah berslogan Bumi Gerbang Salam.

Sebab selama ini, Pamekasan juga sempat identik dengan sebutan Kota Batik berkat terobosan program 'Pamekasan Membatik' yang melibatkan sebanyak 600 pembatik di sepanjang 1.530 meter dan tercatat dalam rekor MURI di area Monumen Arek Lancor, 2009 silam.

Hanya saja beberapa tahun berselang, batik khas Pamekasan justru tidak lagi sepopuler dengan awal penggagasan dan kegiatan Pamekasan Membatik. Lambat laun justru semakin merosot dan tidak populer seperti awal promosi.

Namun kali ini, batik khas Pamekasan mulai kembali menggeliat berkat upaya dan komitmen Bupati Pamekasan Badrut Tamam dan Wakil Bupati Pamekasan Raja'e. Keduanya kembali mempopulerkan batik tulis khas Pamekasan yang dikenakannya saat masa kampanye pilkada 2018 lalu.

Bahkan batik tulis yang mereka kenakan saat kampanye, justru mulai populer dengan sebutan Batik Berbaur (Badrut Tamam dan Raja'e) yang notabene merupakan batik tulis karya pebatik Desa Toket, Kecamatan Proppo,  dan warga Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan.

"Kedepan kita berencana mewajibkan mobil dinas di setiap OPD untuk di branding batik, sebab dengan branding ini bakal menjadikan kebanggan dan kecintaan kita terhadap batik khas Pamekasan. agaimanapun batik Pamekasan harus terus berkembang," kata Bupati Pamekasan Badrut Tamam, Kamis (11/10/2018).

Hanya saja pihaknya juga harus menjalin komunikasi dan koordinasi bersama instansi terkait untuk merealisasikan gagasan tersebut, terlebih hal itu merupakan rencana awal gagasan yang diusungnya. "Nanti kami akan diskusikan bagaimana pelaksanaannya, karena ini juga berkaitan dengan janji politik ke depan," ungkapnya.

Tidak hanya itu, predikat Pamekasan sebagai Kota Batik juga kembali digaungkan. Salah satunya melalui branding mobil dinas para pejabat yang nantinya bisa membantu dan mempromosikan hasil kerja para perajin batik. "Salah satu caranya dengan membranding semua mobil dinas yang digunakan para pimpinan OPD ini dengan batik Pamekasan," jelasnya.

"Makanya kami bersama Pak Raja’e sengaja menggunakan seragam batik saat mencalonkan diri sebagai pasangan calon bupati dan wakil bupati, kemarin. Salah satunya untuk membantu mempromosikan hasil kerajinan warga Pamekasan ini," pungkasnya. [pin/kun]

Tag : pemkab pamekasan

Berita Terkait

Komentar

Kanal Politik & Pemerintahan