RAPBD Banyuwangi 2019 Turun, Apa Pengaruhnya?

Selasa, 09 Oktober 2018 19:35:37
Reporter : Rindi Suwito
RAPBD Banyuwangi 2019 Turun, Apa Pengaruhnya?

Banyuwangi (beritajatim.com) - Dalam  jawaban atas pandangan umum fraksi DPRD di Gedung DPRD, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyampaikan terdapat penurunan proyeksi pendapatan dan belanja daerah pada RAPBD 2019.

Angka RAPBD 2019 sebesar 2,13 triliun atau turun sekitar Rp 851,9 miliar. Angka itu setara 28,58 persen dari pendapatan daerah yang ditetapkan APBD 2018 sebesar Rp 2,98 triliun.

Lalu apa penyebab menurunnya RAPBD 209 di Bumi Blambangan itu?

“Dinamika perekonomian global dan nasional turut mempengaruhi proyeksi RAPBD Banyuwangi. Dimana pada tahun depan asumsi perekonomian masih cukup menantang. Kondisi yang sama terjadi hampir di seluruh wilayah, baik di Provinsi Jawa Timur dan Pusat,” kata Bupati Anas, Selasa (9/10/2018).

Sementara, PAD diproyeksi naik 7,5 persen dari Rp 527,38 miliar pada APBD 2018 menjadi Rp 566,93 miliar pada KUA-PPAS APBD 2019.

Namun untuk pendapatan dari dana perimbangan mengalami penurunan, di 2019 diproyeksi hanya sebesar Rp 1,46 triliun atau turun sebesar Rp 457,93 miliar (23,87 persen) dari 2018.

Begitu juga pendapatan dari lain-lain pendapatan yang sah diproyeksi turun 81 persen lebih, tepatnya dari Rp 534,95 miliar pada APBD 2018 menjadi 101,43 miliar pada tahun depan.

“Proyeksi tersebut dikarenakan eksekutif belum mendapatkan pagu definitif atas dana perimbangan dari pemerintah pusat. Proyeksi juga sebagai rasionalisasi atas  kondisi perekonomian secara nasional. Namun untuk PAD kita justru diproyeksikan naik. Konsentrasi kita tahun depan untuk mencapai target PAD tersebut,” ujar Bupati.

Sementara itu untuk penurunan pos belanja daerah, Bupati Anas mengatakan hal tersebut sebagai upaya antisipatif dinamika situasi yang di fokuskan untuk mempertahankan dan menguatkan ekonomi daerah. Pada 2019 belanja daerah diproyeksi sebesar Rp 2,15 triliun atau turun Rp 860,90 miliar (28,6 persen) dibanding tahun lalu. Pada APBD 2018, pendapatan daerah ditetapkan sebesar Rp 3,01 triliun.

“Penurunan pos belanja tersebut sebagai cara untuk peningkatan efisiensi dan efektifitas pelaksanaan program. Namun demikian eksekutif menegaskan penurunan kapasitas fiskal tidak mengurangi target capaian kinerja pembangunan daerah dan tidak mengurangi kinerja pengelolaan keuangan daerah” cetusnya.

Sementara itu, Bupati Anas juga mencantumkan dana cadangan Rp. 65 miliyar. Dana itu merupakan rencana cadangan jika terdapat situasi dimana penerimaan pendapatan daerah tahun 2018 tidak memenuhi target yang telah ditetapkan. 

“Namun eksekutif tetap memastikan seluruh program dan kegiatan yang telah direncanakan pada tahun 2018 dapat berjalan sesuai rencana,” pungkasnya. [rin/but]

Tag : pemkab banyuwangi

Berita Terkait

Komentar

Kanal Politik & Pemerintahan