Pemerintah Jerman Terlibat dalam Atasi Sampah Sidoarjo

Jum'at, 14 September 2018 19:26:42
Reporter : M. Ismail
Pemerintah Jerman Terlibat dalam Atasi Sampah Sidoarjo

Sidoarjo (beritajatim.com) - Untuk mengatasi permasalahan sampah, Pemkab  Sidoarjo memanfaatkan sanitary landfiil di TPA Desa Kupang Kecamatan Jabon. Sanitary landfill yang memasuki ground breaking itu dibangun berkat kerjasama Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Jerman.

Wakil Bupati Sidoarjo H. Nur Ahmad Saifuddin, SH, mengatakan, bahwa Sidoarjo jumlah penduduk 2 juta lebih. Dan setiap hari produksi sampah cukup besar, yakni mencapai 900 – 1.000 ton, dan sampah ini harus terselesaikan dengan baik.

Untuk itu Pemkab Sidoarjo telah menyiapkan keseluruhannya dari yang sudah di pakai sekitar 8 hektar di tambah 20 hektar, dan totalnya 28 hektare. Dan untuk kepentingan sanitary landfill ini dibutuhkan 14 ha, masih tersisa 6 ha. Pemkab Sidoarjo berkeinginan dari sampah yang dikelola bisa menjadi energi listrik (PLTSA).

"Kita semua berharap pembangunan sanitary landfill, yang dimulai dengan groundbreaking ini kedepannya akan mampu menjawan permasalahan sampah yang ada di Kabupaten Sidoarjo. Permasalahan sampah ini tidak bisa ditunda – tunda harus segera terselesaikan," katanya, Rabu (14/9/2018).

Ditambahkan Nur Ahmad, pembangunan TPA ini sekaligus penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian dari Kementerian Pertanian RI. Dengan bantuan yang diberikan khususnya yang berkenaan dengan TPA dengan model sanitary Landfill dalam program Emission Reduction in Cities (ERIC) Solid waste manajement programme. "Kita berharap pembangunannya nantinya sesuai dengan rencana yakni 18 bulan dan mudah-mudahan bisa selesai," harap dia.

Direktur Pengembangan Penyehatan Lingkungan Pemukiman, Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Ir. Dodi Krispratmadi, M.Env, menjelaskan bahwa pekerjaan pembangunan TPA Sanitary landfill ini merupakan kerja sama antara Pemerintah Indonesia dengan pemerintah Jerman.

Pekerjaan pembangunan TPA sampah Sidoarjo ini merupakan multiyearkontrak dari Tahun anggaran akhir 2018 ini hingga akhir  2019, waktu pelaksanaan 547 hari kalender oleh PT. Pembangunan Perumahan Persero.

"Kondisi TPA Jabon saat ini menempati luas area 8 hektare dengan sampah yang masuk TPA Jabon sekitar 400 ton per hari. Daya tampung TPA ini hanya memenuhi satu tahun saja. Disamping itu kapasitas pengelolaan lindi sudah tidak memadai lagi, sehingga tidak mampu lagi mengolah lindi yang keluar dari TPA untuk mencapai baku mutu yang berlaku," jelas Dodi.

Proses pengelolaan TPA Jabon ini kedepannya dapat melalui proses pemilahan dan komposting terlebih dahulu sehingga dapat mengurangi timbunan sampah di area  landfill, dengan metode pengelolaan secara operasional dengan sanitary lanfill. Dan pembangunan area ini seluas 5,8 ha nantinya diharapkan dapat menampung sampah sampai 1.050 ton per hari dengan umur rencana 5 tahun. [isa/but]

Tag : pemkab sidoarjo

Berita Terkait

Komentar

Kanal Politik & Pemerintahan