Kabag Hukum Pemkab Jember:

Bandara Notohadinegoro Proyek Strategis Nasional yang Jadi Atensi

Jum'at, 14 September 2018 15:41:05
Reporter : Oryza A. Wirawan
Bandara Notohadinegoro Proyek Strategis Nasional yang Jadi Atensi

Jember (beritajatim.com) - Kepala Bagian Hukum Pemerintah Kabupaten Jember Ratno Sembada Cahyadi menyatakan, tak pernah ada instruksi dan permintaan dukungan kepada pihak mana pun soal pengembangan Bandara Notohadinegoro di Desa Wirowongso, Kecamatan Ajung.

Pernyataan ini dikemukakan Ratno, Jumat (14/9/2018), saat ditanya wartawan soal maraknya spanduk dukungan terhadap pengembangan Bandara Notohadinegoro di sekitar lokasi tersebut. Ia menduga kemungkinan spanduk tersebut berasal dari masyarakat sendiri.

Beberapa spanduk itu bertuliskan: 'Jangan Ingkari MOU Direksi PTPN XII, Angkasa Pura, Kemenhub dan Pemkab Jember'; Masyarakat Wirowongso Mendukung Pelebaran Jalan Menuju Bandara untuk Mewujudkan Bandara Notohadinegoro sebagai Embarkasi Haji; dan 'PTPN XII harus Mendukung Pengembangan Bandara Notohadinegoro'.

"Proyek strategis nasional bandara ini kan memang menjadi atensi nasional, dan proyek bandara ini kalau jadi, dari sudut pandang teori, sudut pandang praktisi mana pun juga, akan memberikan dampak luar biasa bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Jember. Mungkin itu yang memang sedang ditunggu oleh masyarakat, karena pasti akan ada efek domino pertumbuhan ekonomi luar biasa," kata Ratno.

Bandara Notohadinegoro terletak di Dusun Renes, Desa Wirowongso, Kecamatan Ajung dan dibangun di atas 120 hektare lahan hak guna usaha (HGU) PTPN 12. Belakangan PTPN 12 sudah mengubah HGU itu menjadi hak pengelolaan lahan (HPL) sesuai kesepakatan dan bentuk dukungan terhadap pengembangan bandara.

Polemik terjadi setelah Pemkab Jember hendak membangun akses jalan di atas lahan HGU di luar 120 hektare yang telah terpakai tadi. Sesuai pertemuan 29 Agustus 2018 di Kantor Angkasa Pura II, Tangerang, Jawa Barat, direksi PTPN 12 meminta agar Bupati Faida melayangkan surat dan rencana induk (master plan) pengembangan bandara sebelum pembangunan akses dilakukan. Namun tanpa ada surat tersebut, Pemkab Jember melakukan pembangunan jalan tersebut dengan alasan sudah sesuai dengan nota kesepahaman 6 Juli 2018.

"Dari sisi kami, sekali lagi, memang tidak ada kendala untuk melaksanakan kegiatan (pembangunan akses jalan) itu. Jadi ya harapannya proses ini terus berjalan, PTPN 12 juga menjadi mitra strategis pemda selain PT Angkasa Pura II," kata Ratno. [wir/kun]

Tag : pemkab jember

Berita Terkait

Komentar

Kanal Politik & Pemerintahan