Jalan Cor Keropos, Dinas PUPR Ancam Tidak Bayar Kontraktor

Jum'at, 14 September 2018 14:23:17
Reporter : D. Istimora
Jalan Cor Keropos, Dinas PUPR Ancam Tidak Bayar Kontraktor

Ponorogo (beritajatim.com) – Pembangunan jalan rigid atau dicor dengan beton memang menjai tren sejak beberapa tahun terakhir.

Tapi ternyata tidak semua jalan cor dibangun sesuai spesifikasi alias spek. Tak jarang kekuatan betonnya jauh di ambang batas toleransi yang diizinkan.

Di Ponorogo, sebuah jalan cor beton di Kecamatan Babadan diduga dibangun di bawah spek yang diminta oleh Pemkab Ponorogo.

Dari uji kepadatan dengan core drill, petugas yang menguji menduga cor yang dibuat keropos. Hal ini dilihat dari potongan cor yang tidak setebal spek yang ditentukan.

“Ada yang pendek, ada yang kurang padat. Mungkin bagian bawahnya nggronggong (berlubang) dan sepertinya campurannya kurang semen,” ungkap salah satu warga Babadan yang enggan disebut namanya, Jumat (14/9/2018).

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Ponorogo Jamus Kunto membenarkan adanya uji core drill untuk mengetes kekuatan cor beton di  setiap proyek jalan beton yang dibangun di Ponorogo.

Dari uji ini bisa diketahui kesempurnaan spek yang dibangun oleh kontraktor yang bersangkutan.

“Kalau hanya nggronggong, ya bisa diinjeksi atau dimasuki cor di bagian itu. Kalau keropos atau kurang padat dengan tingkat kepadatan yang jauh dari toleransi yang 10 persen, maka tidak akan kami bayar. Kontraktor juga wajib memperbaiki, mereka harus menggelar (mengecor lagi) baru kami bayar,” ujarnya.

Otomatis, lanjutnya, kontraktor tentu akan rugi. Namun hal ini adalah konsekuensi dari ‘pencurian’ yang dilakukannya. Sebab, ia memastikan keropos terjadi karena ada pengurangan material dalam proses pengecoran.

“Tahun 2016 ada satu kortraktor yang nakal. Mereka membangun jalan cor di Kecamatan Sawoo. Semennya dikurangi, ketika diuji ternyata ‘empuk’. Akhirnya diminta memperbaiki agar sesuai spek baru dibayar. Dia (kontraktor) akhirnya rugi sampai Rp 90 juta,” kata Jamus. [dil/ted]

Tag : kabupaten ponorogo

Berita Terkait

Komentar

Kanal Politik & Pemerintahan