Bupati Jember Segera Gelar Kongres Ibu Hamil

Jum'at, 14 September 2018 09:40:22
Reporter : Oryza A. Wirawan
Bupati Jember Segera Gelar Kongres Ibu Hamil
Bupati Jember, Faida

Jember (beritajatim.com) - Bupati Faida segera menggelar kongres ibu hamil di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Ini bagian dari ikhtiar menurunkan angka kematian ibu saat melahirkan.

"Kami belum berhasil menurunkan angka kematian ibu, tapi kami cukup berhasil menurunkan angka kematian bayi," kata Faida kepada wartawan, usai sidang paripurna pembacaan Nota Pengantar Perubahan APBD 2018 di gedung DPRD Jember, Kamis (13/9/2018).

Pemerintah Kabupaten Jember kini memaksimalkan upaya dengan aplikasi Fokus Anak dan Ibu (FAI) yang harus dikerjakan secara gotong royong, mengingat besarnya jumlah ibu hamil dan ibu hamil berisiko tinggi. Dalam Perubahan APBD 2018, Pemkab menganggarkan Rp 33,7 miliar bagi pelayanan kesehatan rujukan untuk pemantauan ibu hamil melalui aplikasi FAI dan masyarakat yang diberikan layanan kedaruratan melalui aplikasi Jember Service Center.

"Seluruh ibu hamil akan terdeteksi melalui aplikasi Jember Service Center, mendeteksi ibu hamil risiko tinggi. Kurang lebih 10 ribu ibu hamil akan dideteksi melalui aplikasi ini," kata Faida.

Kongres ibu hamil juga akan berperan. "Kongres ibu hamil belum pernah ada di dunia," ujarnya.

Menurut Faida, ibu hamil tak cukup hanya memperoleh jaminan kesehatan nasional maupun pelayanan gratis. "Mereka paling memerlukan akses informasi dan edukasi harus ditambah: bagaimana ibu hamil siaga, selamat untuk diri sendiri, dan selamat untuk anak," jelasnya.

Selama ini, tambah Faida, persoalan ada pada tingkat pengetahuan dan kesadaran keluarga. "Beberapa kali saya mendapat laporan, bahkan tim sudah turun, camat turun, kades turun, PKK turun, puskesmas turun (untuk membujuk ibu hamil agar mau dirujuk ke rumah sakit), tapi mereka menolak dirujuk. Bahkan tokoh agama dan tokoh masyarakat turun (ikut membujuk). Jadi memang yang paling susah adalah paradigma bahwa selamat ini bukan dianggap hak pribadi ibu, tapi diputuskan orang-orang di luar ibu," katanya.

Pemkab Jember sudah berkomitmen dengan kalangan tenaga medis profesional, negeri maupun swasta, untuk bekerja sama menekan angka kematian ibu hamil. "Kami sudah putuskan, seluruh ibu hamil mendapat pelayanan gratis mengikuti prosedur. Kami memberi mereka (jaminan kesehatan) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan dari APBD, sehingga biaya bukan lagi kendala. Ada ambulans desa yang bisa dikontak sewaktu-waktu," kata Faida.

Dalam Perubahan APBD sendiri dianggarkan Rp 4,8 miliar untuk peningkatan keselamatan ibu dan anak melalui peningkatan cakupan K2, K4, peningkatan capaian ibu bersalin melalui jaminnan persalinan. [wir/suf]

Tag : pemkab jember

Berita Terkait

Komentar

Kanal Politik & Pemerintahan