Ini Respon Gerindra Terkait Spanduk Black Campaign di Surabaya

Jum'at, 10 Agustus 2018 17:51:12
Reporter : Ibnu F Wibowo
Ini Respon Gerindra Terkait Spanduk Black Campaign di Surabaya

Surabaya (beritajatim.com) - Terkait munculnya spanduk black campaign di Kota Surabaya, Jumat (10/8/2018) langsung direspon oleh Partai Gerindra. Maklum saja, isi spanduk black campaign itu memang menyudutkan koalisi yang dipimpin partai besutan Prabowo Subianto itu.

Anwar Sadad, Sekretaris DPD Partai Gerindra Jawa Timur menganggap bahwa pihak tidak bertanggung jawab dibalik spanduk itu justru tidak memahami Islam dengan baik. "Mereka phobia kepada Islam. Dikiranya setiap yang berbau Islam, dan yang dekat dengan Islam berarti pro Khilafah," katanya.

"Bacalah sejarah kelahiran Negara Republik Indonesia. Indonesia ini adalah rumusan final yang lahir dari kebesaran hati tokoh-tokoh umat Islam dan tokoh-tokoh nasional. Islam dan Nasionalisme lebur dalam Indonesia. Inilah konsepsi founding fathers kita," lanjut Sadad.

Lebih lanjut, pria yang juga anggota DPRD Jatim ini juga menganggap jika pasangan Prabowo-Sandi yang sudah secara resmi diusung oleh Partai Gerindra-PKS-PAN-Demokrat adalah pasangan yang sangat mencerminkan Indonesia. "Prabowo-Sandi 100 persen NKRI, Merah Putih, Indonesia Raya, Bhinneka Tunggal Ika," tegas Sadad.

Senada, Ketua DPC Partai Gerindra Kota Surabaya BF. Sutadi juga memiliki pandangan yang tidak jauh berbeda. Hanya saja, Sutadi menganggap spanduk itu hanyalah kerjaan orang iseng semata.

"Yang buat kurang kerjaan dan tidak bertanggung jawab. Spanduk gelap. Buktinya tidak berani menyebutkan siapa yang buat. Nggak perlu buang energi untuk urus hal-hal kayak gitu. Bagi kami, keutuhan bangsa adalah yang utama. Buat apa menang, berkuasa tapi negeri rusak," jelas Sutadi.

"Kalau dianggap provokasi, Polri atau Satpol PP langsung bisa ambil (spanduk itu," pungkasnya.

Sebelumnya, Di salah satu Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Jalan Raya Darmo-Surabaya, spanduk black campaign yang menyerang tagar #2019GantiPresiden mulai muncul pada hari Jumat (10/8/2018).

Dalam spanduk berlatar belakang hitam itu tertulis, "Waspadalah !! Casingnya Ganti Presiden Di Dalamnya Rubah Pancasila Ganti Khilafah"

Meski demikian, belum jelas siapa dalang dibaling spanduk yang bisa dipastikan menyerang koalisi pimpinan Partai Gerindra itu. Kapan tepatnya spanduk itu dipasang pun juga tidak diketahui.

Dedi, salah satu satpam di kompleks perkantoran di dekat lokasi JPO, mengungkapkan jika Ia justru tidak tahu menahu terkait spanduk black campaign itu. "Nggak perhatian Mas. Justru baru tahu dari Mas ini," katanya.

Lebih lanjut, pria paruh baya ini meyakini jika spanduk itu baru ada pada hari ini. "Karena saya yakin banget kemarin pulang kerja malam belum ada. Mungkin dipasangnya tengah malam," jelas Dedi. [ifw/kun]

Tag : pilpres, demokrat, gerindra

Berita Terkait

Komentar

Kanal Politik & Pemerintahan