TNI AL Punya Kampung Sidat di Banyuwangi

Rabu, 25 Juli 2018 19:21:42
Reporter : Rindi Suwito
TNI AL Punya Kampung Sidat di Banyuwangi

Banyuwangi (beritajatim.com) - Komandan Pangakalan Utama TNI AL (Danlatamal) V Laksamana Pertama TNI Edwin SH meresmikan  Kampung Sidat 'Sidawangi' di Dusun Rejopuro, Desa Kampunganyar, Kecamatan Glagah. Kegiatan itu, merupakan bagian mensukseskan program kemaritiman nasional.

"Ini juga ikhtiar menunaikan amanat UUD 1945 untuk ikut mencerdaskan dan mensejahterakan rakyat. Sidat merupakan salah satu potensi maritim yang potensial untuk dikembangkan. Sidat ini merupakan jenis ikan yang memiliki nilai ekonomis tinggi yang bisa memberikan kesejahteraan bagi warga. Kandungan gizinya juga lebih banyak dibandingkan ikan Salmon yang sudah lebih dikenal, sangat baik dikonsumsi untuk perkembangan otak anak,” kata Danlatamal usai tebar 7500 benih sidat, Rabu (25/7/2018).

Program Kampung Sidat, kata Danlatamal, merupakan yang pertama kali. Dan pertama di tempatkan di Banyuwangi.

"Alasannya, Banyuwangi dipilih karena memiliki potensi alam yang sangat mendukung. Banyuwangi punya sumber mata air yang berlimpah, yang cocok untuk tempat budidaya Sidat," ungkapnya.

Selain itu, lanjut Danlatamal, ikan sidat ini hanya mau hidup di air yang bersih dan Banyuwangi memenuhi persyaratan ini. Sidat ini ikan yang hidup di air tawar tapi kalau melakukan pembiakan di Laut.

"Jadi semua ekosistemnya harus dijaga baik yang didarat maupun yang dilaut. Makanya budidaya Sidat sangat baik untuk lingkungan,” ujar Danlatamal.

Sementara itu, Bupati Anas menyambut baik program kolaboratif pengembangan Kampung Sidat ini. Program ini, adalah bagian gerakan 10.000 ribu kolam yang digagas Banywuangi untuk meningkatkan produksi perikanan darat.

“Syukur, saat ini budidaya sidat di Banyuwangi sudah mulai banyak dikembangkan oleh warga lokal. Kalau dulu kan hanya korporasi yang mengembangkan. Dengan mulai dikembangkan lebih masif, harapannya semoga kesejahteraan warga juga meningkat karena nilai jualnya yang tinggi dibanding ikan tawar lain,” jelas dia.

Anas optimis budidaya sidat di Banyuwangi akan semakin berkembang. Karena, lanjut dia, Kemenko Maritim pernah merilis kualitas air baku di Banyuwangi cocok untuk budidaya perikanan, termasuk sidat.

Dari hasil penelitian per 25 miligram sampel terdapat 550 ribu koloni bakteri. Adapun di Banyuwangi dengan sampel yang sama, hanya mengandung 10 ribu koloni bakteri.

“Sangat sehat untuk pengembangan Sidat. Saya akan meminta Dinas Perikana dan Kelautan untuk mulai menggalakkan kolam sidat kelompok pembudidaya melihat manfaatnya yang besar ini. Contohnya pondok pesantren yang sebagian besar memelihara lele, perlahan akan kami ajari budidaya sidat,” pungkas Anas.

Kampung sidat ini berada di tengah areal persawahan Dusun Jopuran dan dikemas menjadi sebuah obyek wisata alam. Di kawasan tersebut, terdapat kolam-kolam sidat dengan air yang jernih. Maklum saja, airnya mengalir dari hulu pegunungan Ijen.

Selain itu, di antara kolam tersebut terdapat pemandian alam hasil membendung aliran sungai. Di sekitar pemandian, penduduk juga bisa menikmati kuliner khas dusun setempat.

Warung-warung di sekitar kampung yang didirikan warga ini menawarkan menu antara lain pepes sidat, abon daun singkong, dan pecel pitik. (rin/ted)

Tag : tni al

Berita Terkait

Komentar

Kanal Politik & Pemerintahan