PB HIMAH: JAMPI Jatim harus Cabut Laporan dan Minta Maaf Kiai Asep

Kamis, 14 Juni 2018 08:23:27
Reporter : Ibnu F Wibowo
PB HIMAH: JAMPI Jatim harus Cabut Laporan dan Minta Maaf Kiai Asep
KH Asep Saifuddin Chalim, pimpinan Pondok Amanatul Ummah.

Surabaya (beritajatim.com)--Pengurus Besar Himpunan Alumni Amanatul Ummah (PB HIMAH), merespon dan mengingatkan kepada JAMPI Jatim untuk berhati-hati dalam bersikap dan bertindak karena telah menuduh KH Asep Saifuddin Chalim menyebarkan ujaran kebencian dan itu jauh dari pribadi Kiai Asep.

PB HIMAH dalam pers rilisnya yang diterima beritajatim.com, Kamis (14/6/2018), mengingatkan, JAMPI Jatim perlu mengkaji dan menata akhlaq kembali. Sebagai jaringan alumni PMII harusnya mereka tahu dan sadar bahwa yang mereka laporkan adalah seorang kiai khos dan Ketua Umum Persatuan Guru yang identik mempunyai kekeramatan, sehingga bisa saja menghancurkan JAMPI itu sendiri. "Kami ingatkan itu," tegas Ketua Umum PB HIMAH J Nabiel Aha Putra.

Seperti diberitakan beritajatim.com, Rabu (13/6/2018), Jaringan Alumni Muda Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (Jampi PMII) Jatim melaporkan penyampai fatwa yang menyatakan umat Islam hukumnya fardhu ain (wajib bagi setiap individu) untuk mendukung Calon Gubernur Khofifah Indar Parawansa ke Polda Jatim, Rabu.

Ketua JAMPI Abdul Hamid menyebut, fatwa itu adalah wujud ujaran kebencian, di mana ada pernyataan bahwa jika umat Islam memilih Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Puti Guntur Soekarno dalam Pilkada Jatim 2018, maka sama saja berkhianat kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW.

"Kami melaporkan ini, dengan membawa sejumlah barang bukti tentang dugaan adanya tindak pidana ujaran kebencian," kata Abdul Hamid di Kantor Subdit V Cybercrime Ditreskrimsus Polda Jatim, Rabu (13/6/2018) siang.

Ketum PB HIMAH mengingatkan kepada Abdul Hamid, apakah dia tidak pernah belajar di pesantren? Atau memang telah gelap mata? Di mana marwah kesantrian dia sampai berani bertindak seperti itu. Dan lagi Hamid, tambahnya, harusnya tahu Kiai Asep adalah sebagai Wakil Mabinda PKC PMII Jawa Timur.

"Apa sebenarnya tujuan JAMPI sampai bertindak di luar batas kepada pengasuh pesantren Amanatul Ummah yang mempunyai santri 5.000 dan jumlah alumni kurang lebih 30.000 yang telah menyebar di seluru Indonesia, khususnya Jatim. Kami, PB HIMAH menyayangkan sikap Hamid yang begitu sombong dan tidak mempunyai akhlaq dan ingin mendiskreditkan seorang ulama," tegasnya.

PB HIMAH meminta kepada JAMPI Jatim mengklarifikasi dan mencabut laporan yang telah dilayangkan kepada Kiai Asep dan segera meminta maaf secara langsung kepada Kiai Asep.

"Kami selalu mendampingi dan menjaga beliau yang telah terzalimi. Dan Kami juga khawatir jika JAMPI digunakan sebagai alat politik yang bisa disetir dan dimanfaatkan segelintir orang dan mengorbankan idealisme PMII," tandas Ketum PB HIMAH. [ifw/air]

Tag : pilgub jatim

Berita Terkait

Kanal Politik & Pemerintahan