Muhammadiyah: Jangan Jadikan Khutbah Sebagai Ajang Kampanye dan Propaganda Politik

Rabu, 13 Juni 2018 20:30:54
Reporter : Hendra Brata
Muhammadiyah: Jangan Jadikan Khutbah Sebagai Ajang Kampanye dan Propaganda Politik

Jakarta (beritajatim.com) - Muhammadiyah memutuskan Idul Fitri jatuh pada Jumat lusa. Muhammadiyah pun mengingatkan agar para Khotib dan Mubaligh tidak menjadikan khutbah menjadi ajang kampanye dan propaganda politik praktis.

"Para  khatib dan muballigh hendaknya tidak menjadikan khutbah dan ceramah sebagai ajang kampanye dan propaganda politik praktis," kata Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Rabu (13/6).

Dia juga meminta khotib dan Mubaligh tidak menyampaikan materi yang berpotensi menimbulkan kontroversi dan disharmoni sosial, politik, dan agama baik intern maupun antar umat beragama.

Para khatib dan muballigh hendaknya menyampaikan khutbah dan  ceramah yang berisi ajakan agar umat Islam senantiasa berusaha melanjutkan amal  shalih selama bulan Ramadhan secara lebih baik. Serta meningkatkan ketaqwaan dengan berbuat ihsan, meningkatkan soliditas dan solidaritas sosial, serta memelihara kerukunan dan persatuan umat dan bangsa. "Sampaikan pesan-pesan keislaman yang  menyebarkan kedamaian, persaudaraan, kemajuan, dan mencerahkan," tegas Haedar.

Dia pun mengajak, masyarakat saling menghormati dan bekerjasama untuk terciptanya  suasana ibadah yang tenang, aman, dan tertib. Masyarakat hendaknya bersilaturrahim dengan saling mengunjungi dan kerelaan memaafkan untuk meningkatkan harmoni, kerukunan, persatuan, dan persaudaraan umat dan bangsa.

Khusus dalam menggunakan media sosial, Haedar mengingatkan, warga masyarakat  semakin cerdas, dewasa, dan berkeadaban. Gunakan media sosial sebagai ajang  silaturahim, peduli dan berbagi, dan mengembangkan pengetahuan, seraya jauhi hal-hal yang menyebabkan kebencian, dusta, dan permusuhan agar kehidupan di masyarakat  tetap terjaga dengan damai dan rukun.

"Pemerintah dan aparatur keamanan hendaknya membantu, menjaga, dan memfasilitasi umat Islam agar dapat melaksanakan ibadah Idul Fitri sesuai dengan keyakinan  masing-masing dan merayakan berbagai tradisi masyarakat yang berkeadaban," kata Haedar. (hb/kun)

Tag : muhammadiyah, lebaran

Berita Terkait

Kanal Politik & Pemerintahan