FKUB Bojonegoro: Pilkada Jangan Jadi Perpecahan

Rabu, 16 Mei 2018 14:22:18
Reporter : Tulus Adarrma
FKUB Bojonegoro: Pilkada Jangan Jadi Perpecahan

Bojonegoro (beritajatim.com) - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bojonegoro menyatakan sikap bahwa pelaksanaan Pemiliham Kepala Daerah (Pilkada) di Bojonegoro berjalan secara aman, lancar dan damai. Diharapkan hal itu bisa dilakukan oleh semua unsur, baik masyarakat maupun partai politik.

Pernyataan sikap tersebut dideklarasikan bersama dengan unsur-unsur agama yang ada di Kabupaten Bojonegoro, yakni dari unsur agama islam, dari unsur agama katolik, dari unsur agama hindu dan dari unsur agama konghuchu. Seruan yang dilakukan agar partai politik, pasangan calon bupati dan wakil bupati dan para pendukung pasangan calon untuk senantiasa bersikap jujur, adil, bersih, tanpa politik uang.

"Selalu mengedepankan kebersamaan antar umat beragama, dengan tetap menjalin kerjasama hubungan sosial kemasyarakatan," ujar Ketua FKUB Kabupaten Bojonegoro, Alamul Huda, Rabu (16/5/2018).

Diharapkan, setelah adanya deklarasi seruan sikap FKUB ini, masyarakat tidak terpancing oleh isu-isu yang dapat memecah belah hubungan antar umat beragama.
Selalu menjalin komunikasi antar tokoh agama, tokoh masyarakat dan antar umat beragama, mengantisipasi terjadinya konflik horizontal serta menolak berbagai macam bentuk kampanye hitam.

"Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Bojonogoro tahun 2018  hendaknya dilaksanakan dengan jujur, adil, berlangsung dalam suasana kondusif mengedepankan kebersamaan, menjunjung semangat toleransi," lanjutnya.

Dalam seruan itu juga ditegaskan kepada Partai Politik dan Tim Sukses pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati semaksimal mungkin mengendalikan massa pendukungnya dan mengedepankan kedewasaan dalam berpolitik, serta masyarakat menggunakan hak pilihnya secara baik dan bertanggungjawab.

"Semua pihak agar siap menerima hasil Pemilihan Kepala Daerah dan wakil kepala daerah kabupaten Bojonegoro 2018 secara dewasa, lapang dada dan bijaksana," tegasnya.

Sekadar diketahui, dalam deklarasi seruan moral "Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Bojonegoro 2018 itu juga dihadiri oleh unsur agama Buddha, Hari Widodo, unsur agama Protestan Pdt. Stevanus Semianta, unsur agama Romo Antonus Yuni Wimarta, unsur TTID, Konghucu, Santoso dan unsur agama Hindu, I Ketut Sulasta. Selain itu juga mengundang empat pasangan calon yang akan berhelat dalam Pilkada Bojonegoro 2018 serta beberapa instansi terkait. [lus/but]

Tag : pilkada bojonegoro

Berita Terkait

Komentar

Kanal Politik & Pemerintahan