Terlibat Politik Praktis, Muslimat NU Jatim Akui Khilaf

Selasa, 13 Maret 2018 23:49:34
Reporter : Rahardi Soekarno J.
Terlibat Politik Praktis, Muslimat NU Jatim Akui Khilaf

Surabaya (beritajatim.com) - Memasuki tahun politik 2018, marwah jam'iyah harus tetap dijaga. Seluruh komponen NU hendaknya lebih memilih sikap netral, termasuk pada perhelatan pemilihan kepala daerah.

Atribut dan struktur organisasi diminta agar tidak digunakan untuk kepentingan politik sesaat. Hal tersebut disampaikan sejumlah kiai di jajaran Syuriah dan Tanfidziyah PWNU Jawa Timur kepada fungsionaris PW Muslimat NU Jatim. Pertemuan berlangsung di ruang rapat kantor setempat, Selasa (13/3/2018).

KH Agoes Ali Masyhuri (Gus Ali) pada kesempatan pertama melakukan klarifikasi dan memberikan arahan atas tindakan Muslimat NU Jatim yang ditengarai menggunakan organisasi untuk mendukung salah satu pasangan pada pilgub Jatim 27 Juni 2018.

"Jangan sampai NU maupun Banomnya dikorbankan untuk kepentingan politik," kata Gus Ali, Wakil Rais PWNU Jatim ini.

Dalam pandangan Pengasuh Pesantren Bumi Shalawat Sidoarjo tersebut, yang justru harus diselamatkan adalah keberadaan NU. "Dari awal, NU melarang menggunakan simbol dan atribut untuk politik," tandas Gus Ali.

Kalaupun akan memberikan dukungan, maka hal tersebut bersifat pribadi, bukan atas nama organisasi.

Sedangkan, KH Anwar Iskandar (Gus War) menambahkan bahwa dukungan para kiai NU kepada Saifullah Yusuf (Gus Ipul) merupakan ijtihad. "Itu sudah melalui serangkaian istikharah dan musyawarah mulai dari Ploso, Lirboyo, Sidogiri, hingga di Bumi Shalawat," tegasnya.

Artinya, apa yang kemudian menjadi pilihan para kiai tidaklah datang tiba-tiba atau grusa-grusu. "Maka, ini tentunya butuh disampaikan, tujuannya untuk kemaslahatan ummat dan Nahdliyyin," ujarnya.

Menurut dia, harus ada pembagian tugas di antara kader NU. Seperti Abdul Halim Iskandar sebagai Ketua DPRD Jatim, Gus Ipul menjadi gubernur, sedangkan Khofifah selaku menteri.

Ketua PWNU Jatim KH Hasan Mutawakil Alallah menyampaikan telah beredar laporan bahwa Muslimat NU Jatim telah menggunakan atribut NU dan struktur yang dimiliki untuk kepentingan politik praktis.

"PWNU Jatim meminta untuk segera dihentikan dan ditertibkan agar marwah organisasi tetap terjaga," katanya.

Mendapatkan masukan dari fungsionaris PWNU Jatim tersebut, Ketua PW Muslimat NU Jatim Nyai Hj Masruroh Wahid mengaku khilaf. Termasuk atas kejadian keluarnya surat tugas kepada PC Muslimat NU Kabupaten Malang dan lainnya untuk mendukung pasangan Khofifah-Emil.

"Dan, kami berjanji akan mematuhi semua arahan dan perintah PWNU Jatim dan siap menerima sanksi organisasi," tuturnya.

Rapat ini dibuka oleh KH Anwar Manshur selaku Rais Syuriah PWNU Jatim. Sedangkan dari PW Muslimat NU Jatim tampak hadir, Nyai Hj Istibsjaroh dan jajaran pengurus harian lainnya. [tok/suf]

Tag : pilgub jatim

Berita Terkait

Kanal Politik & Pemerintahan