Wapres JK Buka Tanwir Aisyiyah di Surabaya

Jum'at, 19 Januari 2018 12:38:57
Reporter : Fahrizal Tito
Wapres JK Buka Tanwir Aisyiyah di Surabaya
Tanwir Aisyiah Dibuka oleh Wapres JK

Surabaya (beritajatim.com) - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla membuka Tanwir I Aisyiyah yang digelar di Kampus universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya, Jumat (19/1/2018).

Wapres bersama sang istri Mufidah Jusuf Kalla tiba di lokasi Tanwir di kampus Jl Sutorejo No 59 tepat pukul 09.30, langsung disambut Gubernur Jatim Soekarwo beserta istri Nina Soekarwo.

Selain bersama sang istri, Wapres JK juga datang beserta rombongan menteri Kabinet Kerja, seperti Menteri BUMN, Rini Sumarno; Menteri Koperasi dan UMKM, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga. Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, serta beberapa tokoh nasional lainnya.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohantin di sela-sela persiapan Tanwir di Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya, mengatakan tanwir pertama ini yang melibatkan sekitar 2.000 peserta dari 500 perwakilan se-Indonesia.

"Tanwir nantinya para pimpinan Aisyiyah se-Indonesia itu akan berdialog dengan tema 'Gerakan Pemberdayaan Ekonomi Perempuan, Pilar Kemakmuran Bangsa', Insya Allah tanwir ini sebagai upaya mengambil langkah-langkah secara nasional dalam mendukung gerakan ekonomi perempuan, yang lebih menekankan pada upaya untuk mencari solusi permasalahan ekonomi Indonesia yang hingga kini masih terjadi," tutur Siti Noordjannah.

Ia mengatakan, concern dalam tanwir ini nantinya akan dikaitkan dengan empat pilar yang telah digerakkan Aisyiah, meliputi pendidikan, kesehatan, layanan sosial serta ekonomi, yang saat ini mulai gencar diterapkan.

Sementara itu, sebagai tuan rumah, Rektor UM Surabaya, Sukadiono, menambahkan selain membuka Tanwir, Wapres JK juga akan meresmikan gedung at-Tauhid 13 lantai.

"Pembangunan Gedung at-Tauhid yang berlantai 13 ini kami nyatakan selesai. Nantinya, juga akan diresmikan wapres sekaligus sebagai salah satu lokasi utama Tanwir," terangnya.

Sukadiono memaparkan pembangunan Gedung at-Tauhid ini diharapkan bisa menjadi berkah bagi civitas akademika, terlebih jumlah lantai yang dibangunnya yakni 13 yang bisanya menjadi angka sial, tapi, menurutnya, menjadi angkat yang sangat luar biasa. 

”Tanwir digelar di sini menjadi berkah UM Surabaya. Terlebih kampus yang merupakan amal usaha Muhammadiyah dapat melakukan pembebasan lahan di depan kampus dengan harga Rp 400 miliar. Juga gedung dua lantai milik PDM seharga Rp 20 miliar ditukargulingkan dengan gedung di Jl. Wuni sebagai Kantor PDM Surabaya yang baru. Dengan pembebasan ini, sekarang Universitas Muhammadiyah Surabaya makin bagus dan luas," tandasnya. (ito/ted)

Tag : muhammadiyah

Berita Terkait

Komentar

Kanal Politik & Pemerintahan