Kelola DD, 170 Desa di Jombang Didampingi Paralegal

Kamis, 07 Desember 2017 22:08:53
Reporter : Yusuf Wibisono
Kelola DD, 170 Desa di Jombang Didampingi Paralegal

Jombang (beritajatim.com) - Sebanyak 170 desa di Kabupaten Jombang sudah memiliki tenaga paralegal. Paralegal merupakan seseorang yang bukan sarjana hukum tetapi memiliki pengetahuan dan pemahaman dasar tentang hukum dan HAM.

"Jumlah desa/keluarahan di Jombang 306. Namun yang mengikuti pelatihan paralegal sebanyak 170 desa. Mereka kita latih seputar praktik hukum. Nanti Kades akan konsultasi dengan tenaga paralegal dalam menelaah kebijakan hukum, utamanya terkait DD (dana desa)," ujar panitia pelaksana, Didit Luksiyanto, dari LBHJ (Lembaga Bantuan Hukum Jombang), Kamis (7/12/2017).

Didit mengatakan, pelatihan paralegal dilaksanakan selama dua hari. Yakni 5 - 6 Desember 2017 di Kota Batu. Dari sejumlah capaian yang ingin diambil dalam kegiatan ini diantaranya memberikan pengertian hukum kepada masyarakat, terutama pemerintah desa.

"Dengan titik tekan, saat penyerapan anggaran dari pemerintah. Mereka tidak terbentur dengan semua bentuk persoalan yang dapat timbul," katanya menjelaskan.

Pelatihan paralegal ini mengahadirkan beberapa pemateri dari advokad, Kepolisian Resort Jombang, Kejaksaan Negeri Jombang. Selain itu, pemateri lainnya juga berasal dari Perhimpunan Advokad Indonesia (Peradi) Kabupaten Jombang.

Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejaksaan Negeri Jombang, Erna Trisnaningsih, menjelaskan, poin penting pelaksanaan kegiatan ini tak lain untuk membekali masyarakat dan perangkat desa dengan pengetahuan hukum.

"Hal itu akan berdampak pada tercapainya perlindungan hak sebagai warga negara. Sehingga mampu menyelesaikan kasus-kasus yang dihadapi. Sekaligus pula bisa menjadi garda utama pemahaman hukum dalam setiap permasalahan," ujarnya.

"Paralegal ini seseorang yang bukan sarjana hukum tetapi memiliki pengetahuan dan pemahaman dasar tentang hukum dan HAM. Tadi materi yang saya jelaskan juga berkaitan tentang alur pengaduan hukum, sistem kerja kejaksaan dan kedudukan pengacara," jelasnya.

Ia menambahkan, dalam sehari-hari paralegal mempunyai tanggung jawab terhadap masyarakat di lingkungan sekitarnya. Termasuk untuk menjelaskan cara menyelesaikan masalah lewat jalur hukum. Pada pelaksanaannya, profesi ini dapat melakukan investigasi kasus, melakukan konsultasi hukum, pendampingan diluar pengadilan, mediasi dan negosiasi. Tetapi yang paling utama dari tugas paralegal yaitu mendidik dan melakukan penyadaran hukum.

Kepala Urusan Bagian Operasi (KBO) Satreskrim Polres Jombang, Iptu Sujadi yang juga menjadi pembicara dalam forum tersebut mengatakan, pihaknya mengapresiasi kegiatan itu. Tercatat tak kurang dari 370 peserta dari 170 desa dan 13 Kecamatan di Jombang yang mengirim wakilnya. Rata-rata, setiap desa mengirim dua perwakilan pada pelatihan paralegal ini.

Sujadi juga menyoroti banyaknya permasalahan di desa akibat tidak pahamnya perangkat masalah dana desa, meremehkan laporan setiap kegiatan dan ketidaktelitian masalah hukum yang akan timbul dalam setiap kegiatan.

"Jangan sampai kejadian di beberapa desa akibat tidak faham hukum akhirnya tersangkut hukum. Inilah pentingnya kehadiran paralegal di desa," pungkas Sujadi. [suf]

Tag : dana desa

Berita Terkait

Kanal Politik & Pemerintahan