Pembuatan Alun-Alun di Kepanjen Malang Dianggarkan Rp 40 Milyar

Kamis, 12 Oktober 2017 10:49:23
Reporter : Brama Yoga Kiswara
Pembuatan Alun-Alun di Kepanjen Malang Dianggarkan Rp 40 Milyar
Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Malang, Darmadi

Malang (beritajatim.com) - Rencana besar kini disiapkan Pemkab Malang. Untuk mempercepat pembangunan pasca Kepanjen ditetapkan sebagai Ibukota Kabupaten Malang, upaya pembangunan alun-alun dan ruang terbuka hijau (RTH), akan diawali pada tahun ini.

Kepastian itu disampaikan langsung Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Malang, Darmadi. Pada beritajatim.com, Kamis (12/10/2017), pembuatan alun-alun dan RTH untuk mempercepat pembangunan di kawasan Kepanjen.

“Untuk mempercepat pemindahan Kepanjen sebagai ibukota di Kabupaten Malang, maka kita siapkan block office untuk perkantoran. Dan saat ini kita progamkan untuk pengadaan tanah untuk pembuatan alun-alun disekitar stadion kanjuruhan,” ungkap Darmadi.

Menurutnya, luas lahan pembuatan alun-alun sejauh ini masih dalam tahap penghitungan. Lebih kurang, khusus alun-alun dan pembuatan jalanya kurang lebih 1,5 hektar. Pembuatan alun-alun sudah dianggarkan pada tahun ini sebesar Rp.40 milyar.

“Saat ini masih kita anggarkan Rp. 40 milyar. Sementara untuk tahun 2018, mungkin bisa sama atau lebih anggarannya. Harapan kami pembebasan lahan untuk alun-alun sudah selesai tahun depan dan segera bisa direalisasikan,” terang Darmadi, Politis PDI Perjuangan.

Disinggung alih fungsi lahan pertanian untuk alun-alun? Darmadi menguraikan jika Kepanjen, sesuai rencana tata ruang wilayah (RTRW), akan dikhususkan untuk perkantoran.
“Memang kami punya Perda tentang LP2P  ya, artinya apa kita masih punya 4500 hektar tanah yang khusus dibuat areal pertanian. Kalau Kepanjen memang untuk perkantoran, itu sesuai RTRW. Kepanjen untuk areal perkantoran, bukan untuk pertanian,” urainya.

Darmadi melanjutkan, saat ini proses pembebasan lahan masih berlangsung. Terus melakukan tahapan-tahapan karena untuk pembebasan lahan, juga harus sesuai aturan. Harus melalui aprasial serta penunjukkan aprasial. Sehingga, pada akhir tahun ini pembebasan lahan bisa selesai sesuai dengan anggaran yang ditetapkan.

“Kami harapkan tahun 2018 mendatang pembuatan alun-alun dan RTH mulai dikerjakan. Sementara tahun ini bisa selesai. Karena proyek ini masuk kategori multy years,” paparnya.

Darmadi menambahkan, Pemkab Malang sampai hari ini masih menguasai beberapa lahan di Kepanjen untuk pembuatan alun-alun dan RTH tak lebih dari 10 persen. “Pemkab juga punya lahan diarea untuk pembuatan alun-alun, tapi hanya sedikit, sekitar 10 persen lah. Akhir tahun ini pembebasan lahan harus sudah maksimal,” pungkasnya. (yog/ted)

Tag : dprd malang

Berita Terkait

Kanal Politik & Pemerintahan