Jonan Dapat Kritik Anggota Komisi VII DPR

Minggu, 06 Agustus 2017 12:51:29
Reporter : -
Jonan Dapat Kritik Anggota Komisi VII DPR

Jakarta (beritajatim.com) - Kebijakan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan kembali mengundang kontroversi.

Usai disindir Presiden Joko Widodo (Jokowi) lantaran telah menerbitkan banyak regulasi yang tak sesuai program Nawacita, kali ini Jonan secara diam-diam telah menaikan harga jual gas Lapangan Grissik, Blok Corridor yang dikelola oleh ConocoPhillips Indonesia (Grissik) Ltd (CPGL).

Yang menarik, penaikan harga jual sendiri dilakukan setelah mantan orang nomor satu Citibank Indonesia tersebut menggelar pertemuan dengan Chairman & Chief Executive Director ConnocoPhillips Ryan M. Lance di Amerika Serikat, akhir bulan lalu.

Padahal, Presiden Jokowi telah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) No. 40/2016 tentang Penetapan Harga Gas Bumi yang bertujuan menjadikan gas bumi nasional sebagai roda penggerak ekonomi di dalam negeri.

Memangnya seberapa spesialnya COPI (ConnocoPhillips)? Saya tidak mengerti dengan kenaikan gas ini, cetus Anggota Komisi VII DPR, Harry Poernomo di Jakarta, Minggu (6/8/2017).

Seperti diketahui, melalui surat bernomor 5882/12/MEM.M/2017 yang diteken 31 Juli lalu Jonan telah menyetujui penaikan harga jual gas dari Lapangan Grissik, Blok Koridor milik CPGL yang dijual PT Perusahaan Gas Negara Tbk.

Dengan keputusan ini, harga jual gas ConnocoPhillips ke PGN pun mengalami kenaikan 34%, atau US$0,9 dari posisi US$2,6 per MMBTU menjadi US$3,5 per MMBTU.

Sementara itu, PGN tidak diperkenankan menaikkan harga jual gas baik itu ke pelaku usaha industri atau rumah tangga di wilayah Batam.

Keputusan ini menunjukkan ketidakkonsistenan dan ketidakadilan (tebang pilih) Pemerintah dalam pelaksanaan tata kelola hilir migas nasional, imbuh Harry.

Saat dimintai konfirmasi, Jonan mengaku tidak mengingat keputusan soal penaikan harga jual gas ConnocoPhillips ke PGN. Sedangkan Wakil Menteri ESDM berkilah penaikan harga tersebut sudah melalui proses B to B yang wajar.

Harga COPI sebesar US$2,6 per mmbtu Itu memang relatif rendah dibandingkan kontrak gas lainnya dengan sumber gas yang sama. Itu juga telah melalui proses B to B yang wajar untuk menjaga fairness di sisi supply, ujar Arcandra melalui keterangan resminya.

Formula perhitungan harga jual gas di wilayah Batam terbentuk dari komponen harga beli yang tadinya US$2,6 menjadi US$3,5 per MMBTU; Toll Fee berkisar US$0,8; Distribution Cost National senilai US$1,6; Niaga US$0,2; dan Margin PGN sebanyak US$0,5 per MMBTU.

Formula ini mengacu pada Keputusan Menteri ESDM Nomor 3191 K/12/MEM/2011 tentang Harga Jual Gas Bumi PT PGN (Persero) Tbk kepada PT PLN Batam dan IPP Pemasok Listrik PT PLN Batam.

Pada momentum tersebut pemerintah telah menaikkan harga jual gas COPI mencapai 300%. [jin]

Tag : menteri

Berita Terkait

Kanal Politik & Pemerintahan