SIUP Miras Tak Diterbitkan Sejak 2014 di Jember, Tapi...

Kamis, 20 April 2017 20:27:47
Reporter : Oryza A. Wirawan
SIUP Miras Tak Diterbitkan Sejak 2014 di Jember, Tapi...
Foto Ilustrasi

Jember (beritajatim.com) - Pemerintah Kabupaten Jember tidak pernah mengeluarkan surat izin usaha perdagangan minuman beralkohol (SIUPMB) atau minuman keras (miras) sejak 2014. Satu-satunya pemegang surat izin penjualan minuman beralkohol di Jember adalah Hotel Aston. Namun minuman beralkohol mudah ditemui di tempat hiburan di luar Aston.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jember Anas Ma'ruf mengatakan, izin peredaran minuman keras di Aston hanya untuk minuman jenis A dengan kadar alkohol 0-5 persen. "Izin untuk Aston terakhir keluar pada 2013. Setelah itu banyak yang mengajukan izin, baik dari rumah bernyanyi (karaoke) maupun hotel, baik baru maupun perpanjangan. Tapi kami tidak bisa memenuhi, karena tak punya dasar hukum," katanya.

Asisten Pemerintahan Kabupaten Jember Hadi Mulyono mengatakan, izin penjualan minuman beralkohol di tempat hiburan memiliki payung hukum Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 20 Tahun 2014.

"Sebenarnya dalam peraturan tersebut diamanatkan, bupati bisa mengeluarkan izin sepanjang itu ada peraturan daerah di Kabupaten Jember. Namun sampai hari ini belum ada perda terkait penjualan minuman (beralkohol) bagi distributor dan sebagainya," kata Hadi.

"Dengan demikian, terkait perizinan untuk pihak ketiga, langsung diperoleh dari Kementerian Perdagangan, bukan produk dari Pemerintah Kabupaten Jember," tambah Hadi.

"Sampai saat ini perizinan distriubutor maupun sub distributor minuman langsung dari Kementerian (Perdagangan). Sementara kondisi di Jember, baik di hotel maupun di rumah bernyanyi, banyak beredar minuman beralkohol. Biasanya mereka memakai dasar penunjukan distributor ataupun sub distributor. Ini diakomodasi di Permendag. Tapi lebih kuatnya memang harus tetap ada SIUPMB.  Sementara kami tak punya kewenangan mengeluarkan SIUPMB," kata Anas.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jember Hari Widjajadi mengatakan, secara rutin sudah membina tempat hiburan dan hotel. "Ada 10 rumah bernyanyi di Kabupaten Jember: Inul Vizta, Terminator, Oasis, TIF, Happy Puppy, H2O, Styar, Aston 88, Aston 888 di kampus, Eevregreen. Pemkab Jember tak pernah mengeluarkan izin miras selain di sana.

Jadi Hadi setuju jika langkah preventif untuk mencegah perkembangan minuman beralkohol di masyarakat membutuhkan dorongan partisipasi pemilik tempat hiburan. "Termasuk razia tertutup," katanya. [wir/but]

Tag : pemkab jember

Berita Terkait

Kanal Politik & Pemerintahan