Protes Kejahatan Kemanusiaan di Myanmar, KNSR Tuntut Putus Diplomatik

Jum'at, 14 Desember 2018 18:05:44
Reporter : Lucky Aditya Ramadhan
Protes Kejahatan Kemanusiaan di Myanmar, KNSR Tuntut Putus Diplomatik

Malang (beritajatim.com) - Puluhan demostran dari Komite Nasional untuk Solidaritas Rohingya (KNSR) menyuarakan keprihatinan atas kejahatan kemanusiaan yang dilakukan oleh rezim di Myanmar atas muslim Rohingya.

\"Indonesia harus memutus hubungan diplomatik dengan Myanmar. Karena belum ada respons dari PBB maupun Myanmar mereaksi kekerasan dan pengusiran terhadap etnis Rohingya di tanahnya sendiri,\" kata Koordinator Aksi KNSR Saiful Anam, Jumat, (14/12/2018).

Sembari membentangkan spanduk protes atas kejahatan di Myanmar. Demonstran juga melakukan orasi di depan Balaikota Malang. Demonstran meminta pemerintah memberikan tekanan kepada pemerintah Myanmar agar kekerasan dan kejahatan atas etnis Rohingya berakhir.

\"Tuntutan kami menyerukan kepada pemerintah Indonesia untuk memperjuangkan HAM Rohingya di sidang dewan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Indonesia harus memutus hubungan diplomatik dengan Myanmar jika tidak menghentikan kekerasan tersebut,\" papar Saiful.

Selain Myanmar, demonstran juga meminta pemerintah Indonesia untuk terus dengan tegas menolak hubungan dengan Israel. Sebab, Israel hingga saat ini masih melakukan penjajahan kepada bangsa Palestina.

\"Apa bedanya dengan Myanmar?. Kekerasan terhadap Rohingya sejak 25 Agustus 2017 silam sudah memakan korban tewas lebih dari 1.000 orang. Sedangkan lebih dari 270.000 orang melarikan diri atau mengungsi ke Bangladesh. Angka ini jauh berbeda dengan jumlah yang dirilis pemerintah Myanmar yang hanya 400 orang,\" ucap Saiful.

KNSR menuntut dibukanya akses pengiriman bantuan kemanusiaan serta mendesak dikeluarkannya resolusi PBB untuk penghentian pelanggaran HAM luar biasa oleh Myanmar. (luc/kun)

Tag : demo, malang

Berita Terkait

Komentar

Kanal Peristiwa