Usai Nonton Persebaya, Anak Punk Meninggal Diduga Dilempar Paving

Minggu, 09 Desember 2018 15:21:25
Reporter : Deni Ali Setiono
Usai Nonton Persebaya, Anak Punk Meninggal Diduga Dilempar Paving

Gresik (beritajatim.com) - Korban AX (14) yang juga dikenal sebagai anak punk mengalami nasib tragis. Warga asal Desa Telo, Kecamatan Grabakan, Tuban itu meninggal dunia di depan RM Padang Gelora Indah yang berlokasi Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo Gresik. Tepatnya, usai exit tol Kecamatan Kebomas.

Korban meninggal dunia diduga dilempar paving ke arah wajahnya usai menonton pertandingan sepak bola Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), kemarin (8/12).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian itu bermula saat korban AX (14) bersama rekannya yang berjumlah sekitar 30 orang menuju Stadion Gelora Bung Tomo untuk menonton pertandingan sepak bola Persebaya kontra PSIS. Usai pertandingan, korban yang bersama rekannya menaiki truk lalu turun di depan RM Padang Gelora yang berlokasi di Jalan Wahidin Sudirohusodo Gresik.

Dalam perjalanan, teman korban (Komunitas Punk) menanyakan kepada CH (16) tentang keberadaan AX. Selanjutnya, saksi CH memberitahu sambil menunjuk ke arah korban. Kemudian korban dihampiri pelaku (belum diketahui identitasnya), dan temannya yang berjumlah 7 orang untuk kemudian diajak ke arah belakang di tempat parkir mobil Kantor PCNU Kabupaten Gresik.

Karena korban tidak kembali, CH selanjutnya mencari korban di belakang tempat parkir mobil Kantor PCNU Gresik, dan korban ditemukan sudah tergeletak mengalami luka di bagian Kepala serta wajah. Melihat kejadian itu, rekan korban CH beserta teman yang lain melaporkan ke anggota Polsek Duduksampeyan, Gresik yang pada saat itu sedang melaksanakan tugas pengamanan. Korban yang sudah mengalami luka parah dilarikan ke RSUD Ibnu Sina Gresik.

\"Pelaku yang menganiaya korban AX yang diduga melempar paving di wajah korban. Ada empat orang dan semua dibawah umur sudah tertangkap tapi masih diamankan di Mapolda Jatim,\" ujar Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro saat dihubungi beritajatim.com, Minggu (9/12/2018). 

Lebih lanjut AKBP Wahyu Sri Bintoro mengatakan, pelaku yang tertangkap diduga merupakan rekan korban yang kerap berkumpul sesama komunitas punk di Lamongan. Saat ini tim gabungan masih bergerak melakukan penyelidikan dengan sasaran tempat yang dijadikan korban untuk berkumpul, atau kongkow-kongkow. \"Motifnya pelaku sakit hati karena korban pernah meminjam pakaian milik pelaku namun tidak dikembalikan,\" tandasnya. [dny/kun]

Tag : meninggal, anak punk

Berita Terkait

Komentar

Kanal Peristiwa