Rencana Rekayasa Lalu Lintas Jembatan Sosrodilogo

Rabu, 05 Desember 2018 07:51:33
Reporter : Tulus Adarrma
Rencana Rekayasa Lalu Lintas Jembatan Sosrodilogo

Bojonegoro (beritajatim.com) - Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Kabupaten Bojonegoro, menggelar rapat terkait Analisis Dampak Lalu Lintas (Andallalin) Jembatan Sosrodilogo yang melintasi sungai Bengawan Solo, yang menghubungkan Kecamatan Trucuk dengan Kota Bojonegoro.

"Tujuan rapat menemukan win-win solution atas keluhan warga masyarakat, sekaligus untuk meminimalisir potensi kecelakaan maupun kemacetan, di simpang empat Jembatan Sosrodilogo," ujar Kasat Lantas Polres Bojonegoro, AKP Aristianto Budi Sutrisno, Selasa (4/12/2018).

Pembangunan jembatan tersebut belum sepenuhnya selesai, sehingga pihak kontraktor beberapa waktu lalu menutup akses bagi masyarakat yang akan melintas. Namun, adanya penutupan akses tersebut banyak aduan masyarakat yang mengeluh.

Aristianto menjelaskan, dalam rapat tersebut pihaknya menyampaikan sejumlah rekomendasi, antara lain, apabila sudut elevasi bibir jembatan dari arah Trucuk menuju wilayah kota masih tetap curam maka hanya untuk dilewati kendaraan roda dua, dengan ditambahkan 'pulau jalan' sebagai pemisah.

"Terkecuali dalam kondisi emergency atau darurat, seperti mengangkut orang sakit atau penanggulangan kejadian kebakaran," kata Kasat Lantas.

Selain itu, lanjut Kasat lantas, diperlukan rekayasa jalan bagi kendaraan yang hendak menuju Jembatan Sosrodilogo dari arah utara, atau dari Jalan MH Thamrin, dan dari arah timur, atau Jalan Untung Suropati. Kendaraan dari arah tersebut, harus ke arah selatan atau ke Jalan Rajekwesi dulu, dan putar balik melalui Bundaran Jetak.

"Sedangkan kendaraan dari arah barat, atau dari Trucuk menuju Bojonegoro, belok ke kiri melalui Jalan MH Thamrin," tutur Kasat Lantas.

Hasil sementara rapat pembahasan andalalin Jembatan Sosrodilogo akan diterapkan uji coba pada Jembatan Sosrodilogo Trucuk, dengan sistem buka tutup. Yakni pada pukul 06.00 WIB sampai pukul 08.00 WIB dan pada sore hari mulai pukul 16.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB. "Untuk waktu pelaksananaannya masih belum dapat di pastikan," kata Kasat Lantas.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bojonegoro, Iskandar mengatakan pihaknya sejauh ini sepakat dengan rekomendasi yang di sampaikan oleh Kasat Lantas Polres Bojonegoro. Selama masih ada proses pengerjaan, pihaknya berharap agar pembuaan jembatan itu hanya dilakukan separuh jalan.

"Sambil menunggu penyelesaian pembangunan jembatan tersebut, untuk uji coba direkomendasikan hanya khusus untuk roda dua dan harus ada jeda waktu untuk uji coba. Roda empat hanya boleh kecuali emergency," ungkapnya.

Menurut Iskandar, saat ini, andalalin jembatan tersebut sudah disusun, dan sudah diberi sejumlah rekomendasi. Namun, rekomendasi yang diberikan, hingga saat ini belum dilaksanakan oleh pihak kontraktor. Diantaranya, belum ada lampu traffic light yang dari arah barat.

"Kemudian rambu-rambu lalu-lintas juga belum dipasang. Terus lampu jembatan juga belum ada. Rambu pendahulu petunjuk jalan (RPPJ) juga belum ada. Semua itu belum ada," terangnya. [lus/suf]

Tag : lalu lintas

Berita Terkait

Komentar

Kanal Peristiwa