Kadispenduk Jember Terima Duit Pungli Tunai dari Aktivis LSM

Jum'at, 02 Nopember 2018 16:02:41
Reporter : Oryza A. Wirawan
Kadispenduk Jember Terima Duit Pungli Tunai dari Aktivis LSM

Jember (beritajatim.com) - Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Jember Sri Wahyuniati resmi ditetapkan menjadi tersangka pungutan liar pengurusan KTP elektronik dan berkas administrasi kependudukan lainnya oleh polisi.

Wahyuniati terbukti menerima duit haram dari Abdul Kadar, seorang aktivis Relawan Noeb (No Eks Birokrasi), sebuah kelompok relawan yang menolak birokrat menjadi bupati saat Pemilihan Kepala Daerah Jember 2015. Mereka berdua terjaring operasi tangkap tangan (OTT) di Kantor Dispendukcapil, Jalan Jawa, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Rabu (31/10/2018) malam.

Polisi menyita barang bukti uang Rp 10 juta dari tangan Wahyuniati. Modusnya, pemohon KTP dan berkas adminduk ini memberikan uang pungli dan berkas kepada kaki tangan Abdul Kadar. Kadar kemudian mengumpulkan dan menyerahkannya kepada sopir mobil dinas Wahyuniati. Berkas itu diproses, dan uang hasil pungli langsung diberikan Kadar kepada Wahyuniati.

"Uang itu diberikan secara tunai," kata Kepala Kepolisian Resor Jember Ajun Komisaris Besar Kusworo Wibowo, Jumat (2/11/2018). 
 
Kadar mengenakan biaya tambahan Rp 100 ribu untuk pengurusan KTP elektronik, Rp 100 ribu untuk pengurusan kartu keluarga (KK), Rp 100 ribu untuk akta kelahiran, dan Rp 25 ribu untuk pengurusan Kartu Identitas Anak. Biaya tambahan ini mempercepat proses pengurusan administrasi kependudukan sehari jadi. "Untuk persentase pembagian (pungli), masih simpang siur, masih dalam proses pengembangan lagi. Masih kami konfrontir satu (saksi) dengan lainnya," kata Kusworo.

Ke mana saja aliran dana tersebut selain kepada Wahyuniati dan Kadar? "Ini pemeriksaan baru satu hari. Masih belum ada persesuaian keterangan satu saksi dengan lainnya. Jadi kami belum bisa menyimpulkan dan masih terus melakukan pengembangan. Sementara ini uang baru dikonsumsi dua tersangka," kata Kusworo. [wir/kun]

Tag : ott jember

Berita Terkait

Komentar

Kanal Peristiwa