Peringati Hari Santri, Bravo 5 Jatim Gelar Tablig Akbar

Jum'at, 12 Oktober 2018 00:01:42
Reporter : Brama Yoga Kiswara
Peringati Hari Santri, Bravo 5 Jatim  Gelar Tablig Akbar

Malang (beritajatim.com) - Dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional 2018, tim Bravo 5 bersama MWC NU Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, menggelar Tablig Akbar, Kamis (11/10/2018) di Lapangan Wates, Poncokusumo.

Hadir dalam Tablig Akbar tersebut yakni Ketua PWNU Jawa Timur, KH.Marzuki Mustamar, Muspika Poncokusumo dan ulama setempat. Acara juga dihadiri dua ribu jamaah NU dari seluruh desa di Poncokusumo, guna meramaikan acara Tablig Akbar jelang Hari Santri Nasional tahun ini yang jatuh pada 22 Oktober 2018.

Ketua Tim Bravo 5 Jawa Timur, Gus Ubaidillah, Kamis (11/10/2018) mengatakan, warga Nahdlatul Ulama (NU) dan santri seluruh Indonesia diminta untuk berterima kasih kepada Presiden Jokowi. Karena di jaman Presiden Jokowi lah Hari Santri Nasional diresmikan.

"Sehingga seluruh santri memiliki kebanggaan dan kemudian diperingati setiap tahunnya. Jokowi juga tetap berkomitmen untuk terus bersama santri, yang dibuktikan dengan mengambil wakil presiden dari kalangan santri," tegas Gus Ubaidillah, Ketua Bravo 5 Jatim sekaligus element pemuda pendukung Jokowi-Makruf Amin.

Sementara itu, Kiai Marzuki Mustamar dalam tausiyahnya menyampaikan, bahwa hari santri ini merupakan suatu kebanggaan bagi santri seluruh Indonesia. "Kita patut bersyukur bahwa kita memiliki presiden yang memiliki kepedulian terhadap santri dan selalu bersama santri sampai hari ini. Serta memperjuangkan kepentingan santri," paparnya.

Marzuki melanjutkan, dengan menggandeng Wapres dari kalangan santri, hal ini membuktikan kalau Jokowi peduli terhadap santri.

"Tidak benar kalau ada orang yang menuduh Jokowi anti Islam, anti terhadap ulama. Hari santri ini sebagai bukti bahwa tuduhan itu tidak benar, karena Jokowi yang meresmikan hari santri nasional ini," bebernya.

Diakhir sambutanya, Marzuki Mustamar mengajak jamaah NU untuk satu barisan bersama Kiai Makruf Amin. "Karena santri harus nderek (ikut) kiai," ujarnya.

Kegiatan ini ditutup dengan pembacaan salawat oleh seluruh santri dan jamaah yang hadir. Ribuan jamaah melantunkan salawat untuk keselamatan bangsa dan negara Indonesia. [yog/suf]

Tag : hari santri

Berita Terkait

Komentar

Kanal Peristiwa