Surabaya Terancam Gempa dan likuifaksi, Masyarakat Cuek

Kamis, 11 Oktober 2018 10:29:40
Reporter : Ibnu F Wibowo
Surabaya Terancam Gempa dan likuifaksi, Masyarakat Cuek

Surabaya (beritajatim.com) - Meski hidup di bawah dua patahan aktif, namun warga Surabaya terkesan masih abai alias cuek terhadap potensi gempa yang berkekuatan hingga 6,5 SR dan berpotensi diikuti likuifaksi seperti yang terjadi di Palu.

Kesimpulan masih abainya masyarakat Surabaya didasarkan pada hasil survey yang dilakukan tim yang dipimpin Amien Widodo selaku Pakar Kebumian dan Bencana ITS Surabaya.

"Orang Surabaya masih cuek terhadap bahaya gempa. Itu kita ketahui setelah melakukan survey yang baru kita lakukan,' Kata Amin Widodo, Kamis (11/10/2018)

Menurut Amin, asesmen terhadap sosial masyarakat juga harus dilakukan terkait dampak sosialnya. Ini penting agar masyarakat bisa lebih siap ketika bencana yang tidak bisa diprediksi kapan akan tiba.

"Pemkot Surabaya perlu lebih menyiapkan masyarakat dalam menghadapi bencana gempa," imbaunya.

Sebelum itu, Amin memaparkan Kota Surabaya memiliki dua patahan aktif yang berpotensi menimbulkan gempa dengan magnitudo besar.

"Patahan ini adalah Sesar Surabaya dan Sesar Waru. Keduanya ini berpotensi untuk menimbulkan gempa besar. Sampai dengan angka 6.5 SR," kata Amien.

Kondisi tanah endapan di Surabaya, menurut Amien juga memiliki potensi untuk turut memperbesar amplitudo gempa yang terjadi. Bukan hanya itu saja, hal ini juga bisa berujung pada likuifaksi seperti yang terjadi di Gempa Palu.

"Salah satu buktinya bisa dilihat dari retaknya Jalan Mayjen Sungkono. Padahal itu jalan beton. Tapi tentu fenomena ini masih kita kaji lebih lanjut," jelasnya.

Amien Widodo mengaku, saat ini Ia bersama tim tengah terus melakukan penelitian lebih lanjut terkait potensi gempa bumi di Kota Surabaya.

"Tes pengeboran akan kami lakukan di beberapa tempat di Surabaya untuk melakukan uji terkait bahaya gempa tersebut," tambah Amien.

Tag : gempa bumi

Berita Terkait

Komentar

Kanal Peristiwa