Paseduluran Tanpa Tepi

Noe 'Letto' Pukau Ribuan Jamaah Sinau Bareng

Jum'at, 14 September 2018 22:12:13
Reporter : Brama Yoga Kiswara
Noe 'Letto' Pukau Ribuan Jamaah Sinau Bareng

Malang (beritajatim.com) - Jagongan bareng atau sinau bareng bertemakan Paseduluran Tanpa Tepi, dihadiri ribuan jamaah, Jumat (14/9/2018) malam, di Desa Karangduren, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang.

Acara yang digagas Muhammad Geng Wahyudi selaku tokoh masyarakat di desa setempat itu juga dihadiri Sabrang Mowo Damar Panuluh (Noe). Sabrang adalah putra Budayawan Emha Ainun Nadjib (Cak Nun).

Sabrang kerap mengikuti kegiataan serupa melalui Jamaah Maiyah, Bang-Bang Wetan, Obor Ilahi dan Kenduri Cinta bersama Cak Nun. Menurut Geng Wahyudi, selaku tuan rumah Jagongan Bareng, Gus Sabrang seperti keluarga sendiri.

"Saya dan Cak Sabrang atau Gus Sabrang ini seperti keluarga sendiri. Karena Cak Nun juga kawan baik saya. Kebetulan ini juga ada adiknya Cak Nun. Jadi malam ini mari kita sinau bareng-bareng, tentang apapun," ungkap Geng Wahyudi yang juga Calon Legislatif DPR RI dari Partai Nasdem.

Kata Geng, tidak ada perbedaan dalam sinau bareng. Semua adalah saudara. Tidak ada warna politik meski yang hadir juga banyak caleg. "Hilangkan perbedaan. Kita adalah saudara. Persaudaraan tanpa tepi. Tidak berbatas dan selamanya," tutur Geng.

Mengenai sosok Geng, Sabrang atau akrab disapa Noe Letto itu, seperti seorang sesepuh. "Pak Geng itu bagi kami di Sinau Bareng dan Maiyahan adalah seorang sesepuh. Namanya sesepuh yang harus kita hormati," beber Noe.

Di hadapan ribuan jamaah Sinau Bareng, Sabrang mengatakan bahwa bertanya yang paling baik dan jujur serta orisinal adalah pada seorang anak kecil. "Anak kecil itu jujur. Tidak ada yang disembunyikan. Bahwa jawaban yang jujur ya pada anak kecil. Saya ingin menarik  Paseduluran tanpa tepi, dalam sudut pandang anak kecil," ujarnya.

Bagi Sabrang, paseduluran tanpa tepi itu penting. Kenapa harus disadari penting? "Karena mau nggak mau paseduluran harus disadari. "Tubuh anda adalah milik Anda. Mana yang dipinjami oleh bumi? Nggak kan. Kalau di Biologi kita dapat DNA tubuh dari kedua orang tua kita. Badanmu dipinjami dari DNA orang tuamu itu," tegasnya.

"Maknanya adalah, semua yang ada dalam diri kita itu semua pinjaman. Tidak ada yang kita miliki. Manusia pasti paseduluran dengan apapun. Adanya kehidupan karena paseduluran," urai pelantun lagu 'ruang rindu' ini. [yog/suf]

Tag : pengajian, letto

Berita Terkait

Komentar

Kanal Peristiwa