Ribuan Guru Honorer PTK non K2 Gresik Ngeluruk Gedung DPRD

Kamis, 13 September 2018 10:51:57
Reporter : Deni Ali Setiono
Ribuan Guru Honorer PTK non K2 Gresik Ngeluruk Gedung DPRD

Gresik (beritajatim.com) - Ribuan guru honorer PTK non K2 Gresik ngeluruk gedung DPRD Gresik. Aksi mereka menuntut dana insentif setiap bulan yang telah dijanjikan sebesar Rp 500 ribu setiap bulan.  Tapi saat ini belum dicairkan secara menyeluruh.
Sambil berorasi mereka juga membawa poster bertuliskan 'Guru Honorer Pahlawan Tanpa Jasa', Honorer bukan Uka-Uka Save Guru Honorer'.  

Korlap aksi Guru Honorer PTK non K2 Kabupaten Gresik, Miftah Khoir yang juga guru honorer selama 12 tahun menuturkan, tuntutan aksi ini terkait pencairan dana insentif dari Rp 250 naik menjadi Rp 500 ribu setiap bulan.

"Janji tersebut sudah berlaku sejak Januari 2018. Tapi, kenyataannya sampai sekarang baru menerima insentif Rp 250 ribu. Apakah ini cukup buat hidup ditengah tuntutan kami sebagai tenaga pendidik," ujarnya sambil berorasi, Kamis (13/09/2018).

Masih menurut Miftah, alasan dana insentif tidak cair karena belum terbitnya Perbup. Padahal, anggaran tersebut dinantikan ditengah minimnya gaji guru honorer PTK non K2 di Kabupaten Gresik. "Tuntutan kami cuma satu segera cairkan dana insentif sebesar Rp 500 ribu tiap bulan yang sudah dianggarkan," ujarnya.

Bahkan dalam aksi ini salah satu guru honorer PTK non K2 Gresik, Riris menangis demi memperjuangkan nasibnya. "Kami mohon dana insentif yang telah disetujui segera dicairkan," ungkapnya.

Sementara, Ketua Komisi IV dari F-PPP Khoirul Huda mengatakan, anggaran insentif guru honorer PTK non K2 sebenarnya sudah dianggarkan. Tinggal menunggu di Perbup-kan sebab harus ada payung hukumnya karena menyangkut anggaran yang cukup besar. "Seingat saya dana tersebut sudah disetujui. Dimana tiap bulan mendapat kenaikan dana insentif sebesar Rp 500 ribu per bulan dari semula Rp 250 ribu," tandasnya [dny/kun]

Tag : demo, guru

Berita Terkait

Komentar

Kanal Peristiwa