Serang Kiai dan Habib, Akhirnya Pemuda Ini 'Didor' Polisi

Kamis, 13 September 2018 10:27:49
Reporter : M Muthohar
Serang Kiai dan Habib, Akhirnya Pemuda Ini 'Didor' Polisi

Tuban (beritajatim.com) - Afdholin (30), warga Labuhan, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan yang mengamuk di Pondok Pesantren (Ponpes) An-Nidhomiyah, Kelurahan Sidorejo, Kota Tuban dan menyerang pengasuh pondok dan tamunya akhirnya berhasil dilumpuhkan, Kamis (23/9/2018).

Pemuda yang diindikasi mengalami gangguan mental tersebut tewas setelah ditembak oleh anggota Polres Tuban yang akan melakukan penangkapan. Afdholin tewas di dalam pondok pesantren tersebut lantaran juga menyerang petugas saat akan ditangkap.

Informasi yang dihimpun beritajatim.com, penangkapan terhadap Afdholin yang diduga mengalami gangguan jiwa itu berlangsung dramatis. Beberapa petugas kepolisian yang mendapatkan laporan langsung datang di pondok pesantren tersebut dan berusaha mengamankan pelaku.

Berdasarkan keterangan, ketika petugas sudah masuk ke dalam area pondok pesantren itu petugas langsung di lawan pelaku dengan goloknya. Pelaku justru menyerang polisi dan juga mengakibatkan anggota jatuh bangun untuk berusaha menghindari serangan pelaku.

"Kalau pas waktu anggota (Polisi) sudah datang, katanya dia malah nantang, kemudian diperingatkan oleh pak Kasat. Tapi pelaku malah nyerang, dan Pak Kasat kepeleset jatuh dan kemudian di tolong oleh Pak Zainal yang juga anggota," cerita Kiai Ahmad Musyafak, Pengasuh Pondok Pesantren An-Nidhomiyah itu.

Ketika sudah dalam kondisi terjatuh itu, Kasat Narkoba Polres Tuban yang pertama tiba di lokasi langsung memberikan tembakan peringatan kepada pemuda tersebut. Namun, pelaku masih menyerang dan akhirnya ditembak pada bagian kepalanya lalu terkapar di gerbang pintu masuk pondok itu.

"Tiga kali diperingatkan, tapi malah nyerang. Untuk tembakan saya tidak dengar, kan saya di rumah tetangga, tapi kalau tetangga katanya dengar," lanjutnya menceritakan kejadian itu.

Setelah berhasil dilumpuhkan, petugas kepolisian dari jajaran Polres Tuban langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memasang garis polisi. Selanjutnya, petugas melakukan olah TKP dan mengevakuasi pelaku penyerangan kiai itu untuk dibawa ke kamar mayat RSUD dr R Koesma Tuban.[mut/kun]

Tag : penganiayaan, pesantren

Berita Terkait

Komentar

Kanal Peristiwa