Pemuda Bersenjata Golok Serang Kiai dan Habib di Pondok, 1 Terluka

Kamis, 13 September 2018 08:42:37
Reporter : M Muthohar
Pemuda Bersenjata Golok Serang Kiai dan Habib di Pondok, 1 Terluka

Tuban (beritajatim.com) - Seorang pemuda dengan membawa sebilah senjata tajam berupa golok mengamuk dan menyerang sejumlah orang termasuk pengasuh Pondok Pesantren An-Nidhomiyah yang berada di Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Kota Tuban, Kamis (12/9/2018) malam.

Akibat dari serangan pemuda yang diketahui bernama Afdolin (30), warga Labuhan, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan itu, seorang warga yang merupakan tamu pondok pesantren itu mengalami luka-luka. Kini korban menjalani perawatan di RSUD dr R Koesma Tuban.

Informasi yang dihimpun beritajatim.com, pemuda itu mengamuk sekitar pukul 22.30 WIB. Saat itu, Kiai Ahmad Musyafak, pengasuh dari Ponpes tersebut sedang menemui tamu di dalam pondok tersebut.

"Waktu itu ada tamu tiga orang, yang satu sudah pulang dan yang dua masih berada di sini. Pada saat pelaku datang, saya sedang masuk ke dalam," kata Kiai Ahmad Musyafak.

Pelaku yang pernah bekerja di Pondok Pesantren tersebut masuk tidak melalui pintu gerbang depan, melainkan masuk dengan melompat pagar samping barat pondok. Pasalnya, gerbang depan pondok pesantren tersebut dalam posisi tertutup.

"Dia datang sudah bawa senjata tajam, lalu menyerang tamu saya, Nurhaji. Tamu saya yang satu, Habib Idrus, itu bisa lari," papar Kiai Ahmad yang akrab dipanggil Gus Mamak itu.

Akibat serangan tersebut, Nurhaji yang merupakan warga Kelurahan Kutorejo, Kota Tuban mengalami luka pada bagian paha sebelah kanan. Beruntung saat itu Gus Mamak yang mendengar keributan langsung keluar dan membawa tongkat lalu berusaha menyelamatkan tamu.

"Saya keluar bawa tongkat yang biasanya digunakan untuk khotbah, kemudian saya pukul dari belakang. Pelaku lalu fokus pada saya dan tamu saya itu bisa pergi," tambahnya.

Selanjutnya, pelaku justru balik menyerang Gus Mamak dengan menggunakan golok. Gus Mamak melawan menggunakan tongkat. Ketika itu, golok milik Afdolin terjatuh dan kemudian Gus Mamak bersama dengan tamu lainnya bisa lari keluar pondok. Setelah itu mereka sembunyi di rumah warga.

Mengetahui kejadian itu, sejumlah santri langsung melaporkannya ke Polres Tuban. Sedangkan, karena mengalami luka bacok yang cukup parah pada bagian pahanya, korban selanjutnya dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.[mut/suf]

Tag : penganiayaan, pesantren

Berita Terkait

Komentar

Kanal Peristiwa