Santri Pondok di Malang Meninggal Misterius

Selasa, 10 Juli 2018 17:35:34
Reporter : Brama Yoga Kiswara
Santri Pondok di Malang Meninggal Misterius

Malang (beritajatim.com) - Seorang santri sebuah pondok pesantren di Kabupaten Malang, dikabarkan meninggaal dunia secara misterius. Korban diketahui berinisial MST (14), warga Desa Kedungrejo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

Ditemukan surat permintaan maaf yang ditujukan pada orang tuanya. Jenasah korban sempat dibawa ke Kamar Jenasah RSSA Kota Malang untuk menjalani otopsi. Diketahui, terdapat luka yang diduga seperti tusukan dibagian dada korban.

Informasi diperoleh, MST sudah setahun nyantri di Pondok Pesantren Darutta’lim Wadda’wah di Jalan Jalan Kyai Parseh Jaya, Nomor 23, Kedungkandang, Bumiayu, Kota Malang. 

Menurut Abdul Kholik, misanan orangtua korban, ada luka tusuk yang diduga tembus ginjal, dada, serta bagian leher hingga korban tidak sadarkan diri. Sebelumnya, korban tanpa pamit keluar pada pengasuh ponpes, melainkan teman korban.

"Ada wasiat, tulisan tangan anak, permintaan maaf. Kalau keluarga, awalnya ndak curiga atau aneh. Sebelumnya sore hari keluarga sempat mengirimi kebutuhan selama mondok," ungkap Abdul Kholik, Selasa (10/7/2018).

Dalam surat yang ditulis korban menggunakan bahasa Madura, korban menyebut kata maaf karena tidak menyenangkan orangtuanya. Ia sebelumnya sempat menceritakan ingin mengaji di Madura. Korban dikenal pendiam di mata kerabat.

Kapolsek Pakis, AKP Hartono, menjelaskan, pada Minggu (8/7/2018) malam, korban keluar dari pondok. Ia berjalan kaki. Hartono sendiri heran, jaraknya cukup jauh dari pondok menuju tempat tinggalnya. 

Kata Hartono, Minggu sore, orangtua korban menjenguk korban. "Bahwa korban ini sebelumnya dikunjungi keluarganya. Dilihat kondisinya ke Ponpes. Sempat diberi uang Rp 75 ribu," kata Hartono.

Setelah dikunjungi keluarga, pada Minggu malam korban keluar area pondok dan pamit kepada salah satu temannya.

Barulah Senin (9/7/2018) pagi, korban ditolong seorang warga di Dusun Baran Genitri, Desa Kedungrejo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Lokasinya di pinggir jalan, areal sawah Kedungrejo. Kondisinya luka, termasuk tangan dan kaki. Topinya terjatuh.

"Warga mengetahui. Anaknya Pak Toha. Lalu Diberitahu dibawa ke Panti Nirmala. Dirujuk ke RSSA Malang.  Siang ini meninggal dunia pukul 11.00. Ada luka di dada, bulat kecil. Sementara tidak ada barang yang hilang, " beber Hartono.

Usai dilaksanakan proses otopsi, jenazah korban kemudian dibawa menggunakan ambulan untuk dikebumikan di tempat tinggalnya. "Untuk sebab kematian korban kami masih lakukan penyelidikan," Hartono mengakhiri. (yog/kun)

Tag : meninggal, santri malang

Berita Terkait

Komentar

Kanal Peristiwa