Kasus Video Pelajar Dikeroyok Empat Siswi di Taman Masuk Ranah Hukum?

Rabu, 14 Maret 2018 22:19:57
Reporter : M. Ismail
Kasus Video Pelajar Dikeroyok Empat Siswi di Taman Masuk Ranah Hukum?

Sidoarjo (beritajatim.com) - Kasus dugaan kekerasan yang melibatkan siswi SMP di Taman, satu siswi asal SMP Muhammadiyah 6 Krian ditawur empat siswi dan videonya viral di media sosial (Medsos) Facebook Info Lantas Sidoarjo (ILS) diduga masuk ke ranah hukum.

Korban DS dan keluarganya mendatangi Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Mapolresta Sidoarjo Selasa (13/3/2018). "Benar ada pelaporan," jawab Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo Kompol Muhammad Harris kepada wartawan, Rabu (14/3/2018).

Korban DS diduga dianiaya di sekitar Pabrik Asahimas Tanjungsari Taman. Dalam video berdurasi 15 detik itu, korban dikeroyok oleh empat perempuan. Para pengeroyok itu AD, FN, AST, dan ZI. Keempat pelaku berasal dari tiga desa yang berbeda di Taman. Yakni, Kramat Jegu, Tanjungsari, dan Pertapan Maduretno, Kecamatan Taman.

Kades Kramat Jegu Sukimin mengakui mendengar kasus itu terjadi tahun lalu. Sukimin ingat, pada 23 Oktober 2017 mendapat laporan, bahwa FN, salah satu warganya yang ikut terlibat dan ketiga temannya ingin berdamai dengan korbannya.

Setelah disepakati, akhirnya pertemuan digelar di balai desa. Korban yang tinggal di Sidorejo, Krian dan empat bocah yang terlibat dikumpulkan bersama orang tuanya.

"Mediasi saat itu berjalan lancar. Empat pelaku penganiayaan membuat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya. Begitu juga korban yang memberikan maaf," jelas Sukimin.

Sukimin menyebut ihwal perundungan itu dipicu masalah asmara. AD, salah satu pelaku bullying tidak suka pria yang ditaksirnya dekat dengan DS. Nah, suatu hari dia menjemput korban di rumah, pamit yang menjemput diajak bermain.

"Di lokasi itu, tiga pelaku lain sudah menunggu. DS pun dijadikan bulan-bulanan. Dia tidak hanya dibentak. Beberapa kali kepalanya juga dipukul. Aksi keji itu sempat direkam oleh kamera," tandasnya.

Kasusnya juga sempat dilaporkan ke polsek. Oleh petugas diarahkan diselesaikan dengan cara damai. Sukimin pun tidak keberatan tempatnya dijadikan lokasi perdamaian. Terlebih, ada salah satu warganya yang terlibat. "Waktu itu sudah clear semua. Entah kenapa menjadi ramai lagi," imbuhnya.

Begitu ramai lagi di medsos, dirinya juga diundang pihak berwenang untuk mediasi lagi di SMP 3 Taman Selasa (13/3/2018). Anak-anak yang diduga menyerang korban sempat juga dikumpulkan. Tujuannya, kata Sukimin ingin memastikan kebenaran kabar yang beredar di medsos bahwa yang terlibat satu anak dari SMP 3 Taman itu. "Jadi, duduk perkaranya diceritakan semua. Tapi, korbannya kemarin tidak hadir," papar Sukimin.

Informasi yang dihimpun beritajatim, kasus ini mencuat lagi dan video diunggah ke medsos karena diduga korban masih menerima ancaman dari satu diantara empat siswi yang dulu pernah mengeroyoknya.

Pemilik akun Fb Zaa Unyu Cuayankcimb termasuk pengunggah video di ILS yang juga mengaku sebagai kakak dari korban, menanggapi banyak pertanyaan ferbuker lain dari postingan video yang diunggah. Zaa Unyu Cuayankcimb juga menulis komentar jawaban demikian.

"adik ku itu lur,d jemput di rumah tw ibuk jg...ktanya mw d ajak maen,lha kok d bawa ke tuang pbrik koco..uda damai hitam di atas putih,tp ni pelaku kok masih ngancem2 adek ku!!!jadi takut berangkat skolah,kluar,tkut ktemu pelaku...katanya mw d kroyok lagi..tp nyuruh teman nya"

(Itu adik saya. Dia dijemput dari rumah dan diketahui ibu juga saat menjemput. Katanya mau diajak main, ternyata dibawa ke tanah kosong pabrik Taman. Sudah damai hitam diatas putih, tapi pelaku masih terus mengancam adikku. Jadi adik takut berangkat sekolah, keluar ketemu pelaku...katanya mau dikeroyok lagi...tapi menyurub temannya)" tulis Zaa dalam menjawab pertanyaan para komentar usai mengunggah video.

Zaa juga menulis dalam komentar dengan maksud menjawab. Pemilik akun Fb Assegaf Al Qhodri, "skolahe nok endii ikuu" Zaa Unyu Cuayankcimb. Oleh pengunggah dijawab "smp muh 6 krian, mberengen, 1 taman. Setelah mendapat jawaban Zaa, Assegaf berkomentar di bawahnya "Miris ndelok e non" (tragis melihat kejadian itu). [isa/suf]

Tag : kekerasan sidoarjo

Berita Terkait

Komentar

Kanal Peristiwa