Tuntut Usut Kasus Seleksi Perangkat Desa

Takut 'Masuk Angin', Ratusan Warga Demo Polres Kediri

Selasa, 13 Maret 2018 19:13:23
Reporter : Nanang Masyhari
Takut 'Masuk Angin', Ratusan Warga Demo Polres Kediri

Kediri (beritajatim.com) – Ratusan warga dari berbagai desa di Kabupaten Kediri berunjuk rasa di sekitar Markas Polres Kediri, Selasa (13/3/2018). Mereka mendukung upaya kepolisian dalam mengusut dugaan jual-beli jabatan dan suap dalam rekrutmen perangkat desa tahun 2018.

Massa datang dengan menumpang tiga truk dan empat kendaraan pribadi. Mereka langsung membentangkan berbagai poster yang berisi tuntutan dan dukungan kepada korps bhayangkara itu.

Dalam orasinya, massa khawatir kepolisian bakal ‘masuk angin’ dalam menangani kasus ini.

Mengingat sudah hampir satu bulan dalam ranah penyelidikan, namun belum ada satupun orang yang ditetapkan sebagai tersangka.

Menurut massa, dari 52 desa di Kabupaten Kediri yang menyelenggarakan rekrutmen, lima desa melantik peserta bukan dari peringkat pertama. Mereka menilai pengisian perangkat desa tersebut cacat hukum.

“Ini jelas cacat hukum, karena dalam satu payung hukum, terdapat dua produk yang berbeda. Ada yang dilantik dari peringkat satu, tetapi ada yang dilantik peringat rendah. Sehingga jelas unsur korupsinya, dan kami curiga hal ini,” seru Tjetjep Mohammad Yasin, salah satu korlap aksi.

Massa mencurigai telah terjadi praktek jual-beli jabatan dan suap yang dilakukan oleh oknum tertentu . Untuk itu, mereka minta polisi memeriksa panitia penyelenggara seleksi perangkat desa, kepala desa, camat dan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Desa (BPMPD) serta pejabat –pejabat yang terlibat.

Demonstran ini juga terdiri dari sejumlah peserta rekrutmen yang memiliki nilai tinggi tetapi tidak dilantik. Salah satunya adalah Amir Yahya. Dia pemilik peringkat pertama dalam seleksi perangkat Desa Nanggungan, Kecamatan Kayen Kidul, untuk jabatan kaur tata usaha . Kepala Desa justru melantik peserta dari peringkat ketiga.

Yahya mengaku kecewa, pasalnya kebanyakan desa di Kabupaten Kediri melantik peserta peringkat pertama. Untuk itu, pihaknya tidak akan tinggal diam. Dia sedang berjuang ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia dan melapor ke Mabes Polri.

Sementara itu, aksi unjuk rasa berakhir setelah perwakilan ditemui Kapolres Kediri, AKBP Erick Hermawan di ruangannya. Pertemuan berlangsung secara tertutup dan dijaga oleh sejulah anggota polisi. Namun pihaknya berkomitmen dalam menegakkan hukum.

Massa meyakini, dalam dua minggu hingga satu bulan ke depan, kepolisian telah menerbitkan surat pemberitahuan penyelidikan terhadap kasus ini. [nng/but]

Tag : demo kediri

Berita Terkait

Komentar

Kanal Peristiwa