Pembobolan ATM BRI di Kediri, Korban Tembus 33 Rekening

Selasa, 13 Maret 2018 18:53:25
Reporter : Nanang Masyhari
Pembobolan ATM BRI di Kediri, Korban Tembus 33 Rekening

Kediri (beritajatim.com) – Jumlah nasabah Bank BRI di Kediri yang menjadi korban pembobolan uang di ATM terus bertambah. Data kepolisian menyebutkan, sudah ada sebanyak 33 rekening yang mengalami pengurangan jumlah saldonya.

“Ada 33 rekening. Untuk jumlah nominalnya belum bisa dikalkulasi,” kata Kapolres Kediri, AKBP Erick Hermawan kepada beritajatim.com, Selasa (13/3/2018).

Pihak kepolisian telah mengambil langkah-langkah penanganan terkait persoalan ini. Polisi mendatangi Kantor Bank BRI yang menerima komplin dari masyarakat. Di antaranya Bank BRI Unit Ngadiluwih, Kras dan Ringinrejo. Lalu melakukan pengecekan terhadap seluruh mesin ATM di wilayah Kecamatan Ngadiluwih.

“Kami juga melakukan koordinasi dengan Kanwil BRI. Selain itu, juga memanggil saksi korban dan mengumpulkan data siapa saja yang merasa terdebet. Saran antisipasi, kami harapkan para nasabah melakukan pengecekan saldo dan segera mengganti PIN ATM,” jelas Kapolres.

Ditanya apakah pembobolan uang di ATM BRI ini adalah kejahatan skimming dan dilakukan pengambilan dari Luar Negeri? Kapolres belum bisa memastikan. “Sementara analisa belum ada kesana. Ini Tim IT BRI sedang bersama kami melaksanakan penyelidikan mengenai kasus ini,” beber Kapolres.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah nasabah Bank BRI di wilayah Kabupaten Kediri selatan menjadi korban pembobolan ATM. Para nasabah mengaku, saldo di ATM-nya berkurang antara 1-4 juta, dan ada yang Rp 10 juta, setelah menerima pesan SMS dari BRI center bahwa telah melakukan transaksi keuangan, padahal mereka tidak melakukan.

Iriani, perangkat Desa Tales, salah satu korban pembobolan uang di ATM BRI mengaku, kehilangan uang sebesar Rp 4 juta. Dia langsung pergi ke Bank BRI Unit Ngadiluwih untuk meminta pertanggung jawaban dan pemblokiran sementara untuk keamanan.

Perempuan berhijab ini mengaku, pihak Bank BRI Unit Ngadiluwih berjanji akan mengganti utuh uang miliknya yang hilang. “BRI beriktikad baik akan mengganti. Mereka menyuruh kami menunggu selama 40 hari ke depan, karena masih dalam proses,” kata Iriani.

Masih kata Iriani, bukan hanya dirinya saja, perangkat desa yang menjadi korban pembobolan uang di ATM BRI. Dua teman sesama perangkat desa juga bernasib sama. Yaitu, Sunyata, Kaur Pemerintahan dan Kaur Kesra Desa Tales.

“Pak Sunyata, Kaur Pemerintahan Desa Tales mengaku, di ATM-nya terdapat saldo uang sebesar Rp 600 ribu, tetapi hilang Rp 400 ribu. Sedangkan Kaur Kesra bilangnya hilang Rp 2,5 juta,” pungkasnya. [nng/but]

Tag : bri kediri

Berita Terkait

Kanal Peristiwa