Terendam Banjir, Petani Gresik Terpaksa Panen Dini

Selasa, 13 Maret 2018 17:57:00
Reporter : Deni Ali Setiono
Terendam Banjir, Petani Gresik Terpaksa Panen Dini

Gresik (beritajatim.com) - Imbas meluapnya Kali Lamong yang saat ini masih merendam ratusan hektar areal tanaman sawah di wilayah Kecamatan Benjeng, Cerme, dan Gresik membuat petani terpaksa memanen tanaman padinya lebih awal.

Akibat panen awal tersebut, petani di dua kecamatan tersebut mengalami kerugian. Pasalnya, padi yang ditanam belum waktunya dipanen karena terendam air. 

Limin (60) salah satu petani asal Benjeng, Gresik menuturkan imbas genangan air yang masih menggenangi sawahnya membuat dirinya melakukan panen lebih awal. 

Hal ini dilakukan jika tidak segera dipanen dikuatirkan air yang berasal dari meluapnya Kali Lamong terus meninggi. "Kami terpaksa panen lebih awal agar kerugian yang ditanggung tidak semakin membengkak," ujarnya, Selasa (13/03/2018).

Limin menceritakan, jika tidak segera dipanen. Tanaman padi yang ditanamnya akan rusak. Sebab, batangnya membusuk, dan buahnya kosong. 

 "Seharusnya masa panen dilakukan pada April 2018. Tapi, dus pundi maleh lha wong ngetenniki damel nutup (bagaimana lagi ini dilakikan buat menutup biaya) produksi," tuturnya. 

Gagal panen tersebut, Limin berharap harga jual tanaman padinya membaik untuk menutup biaya pertanian yang terus meningkat.

"Harga gabah terus merosot menjadi Rp 4 ribu per kilonya padahal tanaman padi sudah terendam banjir," pungkasnya. [dny/ted]

 

Tag : petani

Berita Terkait

Kanal Peristiwa