Sebar Hoax Orang Gila Teror Kiai, Riyantono Minta Maaf

Selasa, 27 Februari 2018 19:56:38
Reporter : Nanang Masyhari
Sebar Hoax Orang Gila Teror Kiai, Riyantono Minta Maaf

Kediri (beritajatim.com) – Riyantono Gempol, dalang penyebaran informasi hoax alias palsu teror terhadap kiai di Pondok Pesantren Al Falah, Desa Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri telah mengakui kesalahannya. Bahkan, dia telah membuat surat pernyataan untuk seluruh umat muslim di Indonesia.
 
Inilah isi surat pernyataan Riyantono:

Sehubungan dengan laporan saya di pihak Kepolisian Resort Kediri Kota, tentang kejadian saya telah diancam oleh tiga orang yang tidak dikenal dan ditodong dengan menggunakan senjata tajam, untuk menunjukan rumah Gus R, maka saya menyampaikan permohon maaf yang sebesar-besarnya kepada pihak Kepolisian khususnya Polres Kediri Kota.
 
Memohon maaf kepada Gus R, memohon maaf kepada pengurus pondok pesantren AI Falah Ploso. Memohon maaf kepada para santri pondok pesantren AI Falah Ploso. Memohon maaf kepada tokoh Agama.  Tokoh masyarakat dan memohon maaf kepada seluruh umat Islam Indonesia serta masyarakat Indonesia.
 
BAHWA LAPORAN YANG SAYA LAPORKAN TERSEBUT ADALAH SENYATA-NYATANYA TIDAK TERJADI DAN TlDAK BENAR SERTA LAPORAN ITU ATAS KEKILAFAHAN SAYA.

Demikian surat pemyataan permohonan maaf ini saya buat dengan sebenarbenamya tanpa ada paksaan dari manapun dan dalam keadaan sehat jasmani serta rohani.

 
Riyantono adalah tamu di Ponpes Al Falah Ploso. Saat peristiwa heboh terjadi, Senin (19/2/2018) sore lalu, dia hendak sowan ke salah seorang kiai. Tetapi, karena khilaf, pria kelahiran Ngawi, 7 Oktober 1970 silam itu mengarang cerita bohong. Bahwa, dia didatangi tiga orang pria bertubuh kekar yang menodongkan pisau, dan meminta menunjukkan rumah kiai, untuk dibunuh.
 
Riyantono mengarang cerita itu kepada keamanan ponpes Al Falah. Sehingga, pihak keamanan mengamankan Abdul Azis, mualaf asal Situbondo yang kebetulan baru saja sowan ke salah seorang kiai Ponpes Al Falah. Azis sempat dituding sebagai satu, dari tiga sosok pria yang diceritakan Riyantono tersebut.
 
Bahkan, warga Desa Katikan RT 01 / RW 02,  Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur juga menyampaikan cerita palsu itu dalam laporan ke Polresta Kediri. Laporannya diterima polisi, dengan Laporan Polisi Nomor : LP/18llll2018/Polres Kediri Kota, tanggal 19 Februari 2018.
 
Namun, Keluarga Besar Ponpes Al Falah Ploso tidak akan memperpanjang persoalan tersebut. Pihak pondok tidak akan melakukan penuntutan maupun melaporkan Riyantono Gempol ke kantor polisi. Alasannya, Riyantono sudah mengakui kesalahannya, dan perbuatan itu dilakukan secara spontanitas dan atas dasar kekhilafan. [nng/but]

Tag : penyerangan

Berita Terkait

Kanal Peristiwa