Polres Malang Gelar Silaturahmi Antar Tokoh Lintas Agama

Senin, 26 Februari 2018 18:17:34
Reporter : Brama Yoga Kiswara
Polres Malang Gelar Silaturahmi Antar Tokoh Lintas Agama

Malang (beritajatim.com) - Mewujudkan Kamtibmas yang kondusif, Polres Malang menggelar Silaturahmi Antar Tokoh Lintas Agama se Kabupaten Malang, Senin (26/2/2018) siang.

Bertempat di Gedung Sanika Satyawada Polres Malang, hadir sejumlah tokoh agama seperti Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Malang KJ.Fadhok Hija, Seketaris Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Malang H.Sholeh, Ketua GP Ansor Husnul Hakim Sy, Suster Sisilia dari Pertapaan Putri G Gereja Karmel Poncokusumo, Tokoh Budha Wakimin, Tokoh Kristen Pendeta Max Radjah, Tokoh Hindu Ponidi serta Para Dai Kamtibmas se Kabupaten Malang.

Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung dalam silaturahmi tersebut menjelaskan, kegiatan ini dilaksanakan untuk menindak lanjuti dan mengantisipasi bahwa menyikapi permasalahan isu penyerangan kepada para tokoh-tokoh ulama yang diduga oleh orang gila.

“Alhamdulillah,  di wilayah Kabupaten Malang sampai saat ini tidak ada dan berharap tidak ada penyerangan kepada tokoh atau ulama, dimana info awal, di Lawang dan Pakis ada penyerangan kepada ulama dan sudah diklarifikasi oleh pihak pengurus,” terang Ujung, Senin (26/2/2018).

Kepada para ulama dan tokoh- lintas agama yang hadir, kata Ujung, pihaknya berharap dapatnya memberikan informasi yang menyejukkan kepada seluruh umat dan masyarakat dewasa ini.

Polri sejauh ini, sudah  berkoordinasi dengan pihak  Dinkes , Dinsos dan RSJ terkait masalah orang gila ini. 

Serta sudah diperintakan kepada seluruh anggota diwilayah untuk mendata dan silaturohmi dengan pihak  keluarga orang diduga  gila tersebut untuk menjaga agar tidak berkeliaran.

“Sedang antisipasi isu-isu PKI dengan menggunakan sentimen sejarah tahun 1948 dan 1965, kita harus cerdas menyikapinya. Isu ini dimunculkan pihak-pihak tertentu untuk menciptakan suasana tidak nyaman,” beber AKBP Ujung.

Ujung menjelaskan, menurut tokoh Sosial Politik Francis Fukuyama bahwa pertarungan di masa lalu adalah dunia Barat dan Timur antara AS dan Rusia. 

Runtuhnya Tembok Berlin, dimana pemenangnya adalah system Demokrasi , yang didukung atau kepercayaan  oleh rakyat. 

Sementara kabar di Jawa Barat  dan Tangerang terkait penyerangan kepada umat Budha, selanjutnya di Sleman penyerangan di Gereja dan merembat  ke Lamongan , Madiun, juga ada penyerangan kepada ulama oleh orang gila.

Semuanya itu bisa dikatakan gila apabila sudah diproses dan dirawat oleh dokter yang berwenang. “Waspada tetap harus kita tingkatkan, namun jangan sampai kita diadu domba melalui medsos. Contoh baik adalah di Desa Wirotaman, Ampelgading, Kabupaten Malang. Dimana toleransi beragama sangat kental dan luar biasa dan itu patut kita contoh,” terang Ujung.

Sementara itu, KH Fadhol Hija selaku Ketua MUI Kabupaten Malang menuturkan, selaku tokoh-tokoh agama tetap menyampaikan kepada umat dengan sejuk. 

Tetap waspada atas serangan oleh orang yang diduga gila. Serta, tetap berdoa kepada Alloh SWT dan lakukan  sholat untuk menolak musuh. “Sebaik-baik umat adalah yang mendatangi ulama, seperti  yang sudah diawali oleh Pak Kapolres , saat pertama kali menjabat di Malang, silaturohmi ke para ulama dan ponpes bisa dipertahankan serta ditingkatkan,” urainya.

Hal sama juga dikatakan KH Imam Makhruf selaku Koordinator Dai Kamtibmas se Kabupaten Malang. “Kita satukan perspektif dan satu pernyataan yang sama dapat menyikapi fenomena saat ini. Kita memiliki banyak tokoh agama baik Islam dan agama-ahama yang lain dan mari kita berdayakan dalam kegiatan nyata. Misalnya kemampuan doanya, dakwahnya serta fatwa-fatwanya,” tutur Kiai Makhruf.

Menurutnya, kalau kita sowan ke Kyai Khos, cukup sampaikan permasalahan dan mohon solusinya atas permasalahan tersebut.

Ditempat yang sama, Pendeta Kuswandi dari Ketua Paguyuban Gereja Lawang Malang mengatakan, terkait isu PKI bangkit dan penyerangan kepada tokoh Ulama, agar Polri benar-benar menciptakan suasana kondusif dengan aksi nyata.

Hal serupa juga dijelaskan Seketaris FKUB Kabupaten Malang H.Sholeh. “Tugas utama FKUB adalah sama dengan ulama. Apabila ada isu sara , maka kesempatan pertama segera didatangi dan segera diselesaikan dengan kondusif,” paparnya.

Sementara itu, Ketua GP Ansor Kabupaten Malang, Husnul Hakim Syadad menambahkan, munculnya isu PKI jangan sampai memancing masyarakat karena memiliki sejarah kelam tahun 1948 dan 1965  untuk rakyat Indonesia khususnya para ulama.“Kita melihat dan mempelajari gerakan pola dalam isu munculnya PKI dan orang gila agar tidak bereaktif secara berlebihan. Harus kita analisa dan juga kita lakukan tabayun menyikapi permasalahan yang ada. Memang ada upaya memecah belah anak bangsa dan kita tetap harus bersinergi untuk menangkal isu SARA atau berita hoax dan selalu berkoordinasi dengan Kepolisian,” Husnul mengakhiri. (yog/ted)

Tag : penyerangan

Berita Terkait

Komentar

Kanal Peristiwa