MUI: Aksi 212 Jember Tarik Perhatian Publik

Minggu, 18 Februari 2018 19:57:54
Reporter : Oryza A. Wirawan
MUI: Aksi 212 Jember Tarik Perhatian Publik

Jember (beritajatim.com) - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jember Abdul Halim Subahar menilai Aksi 212 yang akan digelar pada 21 Februari 2018 berhasil menarik perhatian publik.

212 adalah aksi yang digagas sejumlah ulama dan didukung kalangan pondok pesantren untuk mengkritisi pemerintahan Bupati Faida dan Wakil Bupati Abdul Muqit Arief selama dua tahun terakhir. Rencananya dalam aksi ini massa akan menggelar istigosah di depan Pendapa Wahyawibawagraha dan orasi di depan kantor DPRD Jember.

Halim memberikan perhatian terhadap Aksi 212 ini. "MUI concern menjaga keseimbangan antara wawasan keislaman dan wawasan kebangsaan yang terintegrasi. Kita hidup di Jember. wawasan keislaman harus terintegrasi dengan wawasan kebangsaan," katanya.

"Kalau kabupaten ini ingin kondusif, tokoh-tokoh agama dan masyarakat memang perlu dipertemukan. Selama ini tidak pernah ketemu. Kalau toh ketemu hanya pada kegiatan seremonial keagamaan. Tapi merembuk, bagaimana harmoni masyarakat dan tokoh agama belum pernah di Jember." kata Halim.

Halim menyarankan Pemerintah Kabupaten Jember agar merespons aspirasi masyarakat dan tokoh agama dengan menggelar diskusi terbuka. "Menggagas bagaimana paham keagamaan dan kebangsaan di Jember betul-betul bagus, tak hanya sebatas seremonial. Kita harus membicarakan hal-hal yang justru lebih substantif," katanya.

Halim menginginkan adanya sinergi antara tokoh-tokoh agama dengan pemerintah. "Ini untuk menjamin kemaslahatan," katanya.

MUI ingin Jember tetap kondusif. "Ini bagian dari komitmen MUI. Dalam setiap kesempatan, MUI selalu mengingatkan, bahwa tugas pemerintah adalah menjamin kemaslahatan. Itu harus menjadi komitmen pemerintah. Ketika kemaslahatan rakyat kurang dijamin pemerintah, masyarakat sebenarnya berhak bertanya. Kalau masyarakat tak punya waktu bertanya langsung ke pemerintah, maka wakil-wakil masyarakat yakni DPRD yang harus bertanya kepada pemerintah: kenapa kemaslahatan itu kok tidak bagus. Ada yang menilai menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya. Ini perlu dipertanyakan," kata Halim.

"Kalau keseimbangan tidak tercipta, misalnya tokoh agama meninggalkan tokoh pemerintahan, tokoh pemerintahan meninggalkan tokoh agama, ini bahaya. Kabupaten Jember tidak akan maslahat. MUI hanya sebatas menyampaikan saran. Persoalan saran itu ditindaklanjuti ya alhamdulillah. Kalau tidak, MUI sudah bebas dari beban tanggung jawab (memberikan saran) itu," kata Halim. [wir/suf]

Tag : aksi 212

Berita Terkait

Kanal Peristiwa