Akhir Pekan, Jember Dikepung Banjir, Longsor, dan Puting Beliung

Minggu, 14 Januari 2018 12:04:40
Reporter : Oryza A. Wirawan
Akhir Pekan, Jember Dikepung Banjir, Longsor, dan Puting Beliung

Jember (beritajatim.com) - Akhir pekan kelabu bagi sebagian warga Kabupaten Jember, Jawa Timur. Hujan deras mengakibatkan banjir yang masuk ke rumah mereka di sejumlah titik, Sabtu (13/1/2018) malam.

"Hujan kemarin memang intensitasnya ringan sampai deras yang terjadi sejak sore hingga malam hari, disertai angin kencang. Ini mengakibatkan terjadi banjir genangan di beberapa titik, baik di jalan raya, halaman rumah warga, sampai masuk di pemukiman rumah, pohon tumbang, tanah longsor, dan puting beliung," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD

Puting beliung terjadi di Dusun Krajan, Desa Mumbulsari, Kecamatan Mumbulsari, sekitar pukul 18.45. Tiga warung rusak tertimpa pohon. Namun tak ada korban jiwa. "Warga pun bersama Tim Reaksi Cepat kami segera memotong dan membersihkan kayu dari pohon yang tumbang," kata Widi.

Puting beliung juga menumbangkan pohon di Lingkungan Krajan, Kelurahan Banjarsengon, Kecamatan Patrang pada pukul 18.45. Satu warung rusak milik Harso rusak ringan tertimpa pohon yang tumbang. Ada dua pohon di tepi jalan dan delapan pohon sengon siap panen tumbang.

Sementara itu di kawasan Mojan, tanah longsor terjadi. Tak ada korban jiwa. Namun TRC bekerja keras hingga pukul tiga dini hari.

Kawasan perkotaan juga tak aman dari banjir. Sekitar pukul enam sore, rumah di Lingkungan Condro RT 5 RW 8, Kelurahan Kaliwates, Kecamatan Kaliwates diterabas air. Ada 14 rumah yang tergenang air setinggi 30-50 centimeter, yakni milik M.Saneji (53), Misbah (43), Salamun (67), Dina (20), Muslimin (60), Nurul Laila (48), M.Nur (65), Rofi'i (54), Amir Mahmud (38), Ririn Wahyu (47), Iman Sumantri (47), Slamet Erfin (56), Supriyadi (31), dan Asmuni (56). Petugas pun menyedot air semaksimal mungkin.

Banjir juga terjadi pada saat yang sama di Desa Gambiran, Kecamatan Mumbulsari. "Hujan turun dengan intensitas tinggi, dan saluran air tak bisa menampungnya sehingga menggenangi 17 rimah warga setinggi 30-50 centimeter," kata Widi.

Kondisi di Dusun Jalinan, Desa Harjomulyo, Kecamatan Silo lebih parah lagi. Rumah warga tak hanya dimasuki air, tapi juga lumpur. "Ini dikarenakan plengsengan anak sungai watugendik jebol kurang lebih 15 meter," kata Widi. Setidaknya ada tujuh rumah tergenang banjir setinggi 30-50 centimeter.

Widi mengakui sejumlah bencana yang terjadi pada waktu bersamaan cukup merepotkan. "Proses penanganan menjadi agak terlambat dikarenakan keterbatasan personil lapangan dan kendaraan. Untunglah tak ada laporan korban jiwa," katanya. [wir/but]

Tag : banjir jember

Berita Terkait

Kanal Peristiwa