Pakai Sirene-Rotator Sembarangan, Ini Peringatan Polisi

Rabu, 11 Oktober 2017 14:56:36
Reporter : Zamachsari
Pakai Sirene-Rotator Sembarangan, Ini Peringatan Polisi
Sosialisasi penggunaan sirene dan rotator sesuai UU Lalu Lintas. [Foto: zamachsari/bj.com]

Sampang (beritajatim.com)--Guna memberikan pemahaman kepada penguna jalan raya tentang rotator dan sirene, Satlantas Polres Sampang, Madura turun jalan dan melakukan sosialisasi kepada pengendara.

Hal itu dilakukan lantaran penyalahgunaan rotator dan sirene pada kendaraan umum tanpa hak bisa saja terjadi, terutama dipasang pada kendaraan warga sipil yang bertujuan hanya untuk penampilan sok-sokan di jalan raya.

"Diingatkan kepada seluruh masyarakat bahwa penggunaan rotator dan sirene sesuai sudah diatur dalam Undang-undang nomor 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, terutama pasal 59," terang AKP Musa Bahtiar, Kasatlantas Polres Sampang, Rabu (11/10/2017).

Musa menambahkan, dalam Undang-undang itu disebutkan, lampu isyarat sebagaimana dimaksud terdiri dari merah, biru dan kuning. Lampu merah atau biru berfungsi sebagai tanda kendaraan bermotor yang memiliki hak utama. Lampu isyarat warna kuning sebagai tanda peringatan kepada pengguna jalan lain. Pada ayat kelima, diatur mengenai siapa saja yang berhak menggunakan sirene dan rotator sesuai warna lampu.

Pengaturannya adalah, lampu warna biru dan sirene digunakan untuk kendaraan bermotor petugas Kepolisian. Lampu isyarat berwarna merah dan sirene untuk kendaraan bermotor tahanan, pengawalan TNI, pemadam kebakaran, ambulans, palang merah, rescue, dan mobil jenazah.

Lampu berwarna kuning penggunaannya tanpa sirene. Digunakan untuk patroli jalan tol, pengawasan sarana prasarana lalu lintas dan angkutan jalan, perawatan dan pembersihan fasilitas umum, menderek kendaraan dan angkutan barang khusus.

"Bagi kendaraan yang kedapatan melakukan pelanggaran dengan memasang lampu rotator dan sirene tanpa hak, yang telah diatur dalam pasal 287 ayat 4 serta menggunakan alat peringatan dengan bunyi dan sinar seperti dimaksud dalam pasal 59 pasal 106 ayat 4 huruf F atau pasal 134, dipidana dengan kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250.000," tandasnya. [air/sar]

Tag : polres sampang

Berita Terkait

Kanal Peristiwa